Kasus DBD Meningkat, Diskes Tabanan Imbau Masyarakat Terapkan PSN

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) mengalami peningkatan hampir di seluruh Kabupaten di Bali, termasuk di Tabanan.

Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan mencatat dari awal tahun 2024 ini sampai dengan 20 Maret 2024 sudah ada 271 kasus DBD.

Rinciannya pada Januari 2024 tercatat 83 kasus, Februari 163 kasus dan Maret sampai dengan Rabu (18/3/2024) ada 25 kasus. Adapun kasus terbanyak ada di Kecamatan Kediri, disusul Tabanan, Pupuan, dan Kerambitan.

Meskipun belum sampai ada kematian, tetapi masyarakat diimbau tetap waspada dan tetap melakukan upaya pencegahan.

Kepala Diskes Tabanan dr. Ida Bagus Surya Wira Andi mengungkapkan, jumlah kasus DBD pada awal tahun 2024 ini meningkat dibandingkan tahun 2023 lalu yang mencapai 644 kasus dengan 4 angka kematian. Yang mana sampai bulan Maret lalu jumlah kasus ada di angka 181 kasus.

Baca Juga:  Hingga Pertengahan 2024, Aktivasi IKD di Tabanan Hanya 5.064 Orang

“Tren peningkatan biasanya memang terjadi di awal tahun. Kemudian, masuk bulan Juni-Juli sudah mulai menurun. Semoga tahun ini juga demikian, karena dilihat data per bulan mulai menunjukkan penurunan,” jelasnya, Rabu (20/3/2024).

Ia menyebut, faktor utama meningkatnya jumlah penyebaran DBD ini adalah perubahan cuaca yang dapat meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penular DBD.

Baca Juga:  TPA Mandung Masih Kepulkan Asap Tebal Jelang Tampung Sampah dari Denpasar

“Perkembangbiakannya juga didukung karena faktor lingkungan yang kurang baik, ditambah curah hujan yang tidak menentu sehingga nyamuk dengan cepat bisa berkembang biak,” ucapnya.

Atas kondisi tersebut, Diskes Tabanan sudah melakukan fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti, pembawa vektor DBD.

“Fogging sudah dilakukan di 20 titik, dari total 38 titik rencana pelaksanaan fogging sepanjang tahun 2024. Kami juga sudah siapkan anggarannya” ujar Surya Wira Andi.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Hadiri Karya Rsi Yadnya Griya Mambal Batuagung

Meskipun sudah dilakukan fogging, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M.

“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja, kalau tidak dibarengi dengan PSN tentu pencegahan DBD tidak bisa maksimal. Jadi kuncinya adalah budaya gotong royong membersihkan lingkungan ini perlu diaktifkan,” tuturnya. (ana)