Diduga Serangan Jantung, Seorang Ojek Pangkalan Meninggal di Pasar Sayur Baturiti 

Ebenhaiser Selan (49) ditemukan meninggal dunia di Pasar Induk Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Kamis (25/1/2023).
Ebenhaiser Selan (49) ditemukan meninggal dunia di Pasar Induk Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Kamis (25/1/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pria bernama Ebenhaiser Selan (49) ditemukan meninggal dunia di Pasar Induk Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa/Kecamatan Baturiti, Tabanan pada Kamis (25/1/2023) sekitar pukul 18.40 WITA.

Pria asal Desa Pasindangan, Kecamatan Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat ini bekerja sebagai ojek pangkalan.

Kapolsek Baturiti Kompol Arya Agung Arjana Putra mengungkapkan, saat ditemukan korban dalam posisi duduk bersimpuh di tanah dan kedua tangannya di atas tempat duduk beton. Disamping korban juga ditemukan satu gelas minuman keras berupa arak dan dari mulut korban tercium bau alkohol.

Baca Juga:  Terkoreksi 2 Persen, Perolehan Suara Ganjar – Mahfud di Tabanan Masih Jadi yang Tertinggi di Bali

“Korban diduga mengalami gagal jantung atau pecah pembuluh darah kepala dan sudah meninggal sebelum dibawa ke Puskesmas Baturiti 1,” ucapnya.

Arjana Putra menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Wayan Aditya Nugraha sekitar pukul 18.40 WITA. Saat itu, korban berada di depan Pos Parkir Pasar Induk Sayur dengan posisi jongkok, tangan berada di atas tempat duduk dan bersandar.

Baca Juga:  30 Warga Binaan Lapas Tabanan Ikuti Program Rehabilitasi Narkotika

Saksi mengira korban dalam keadaan mabuk. Kemudian ia menghampiri temannya bernama I Made Sugita untuk menanyakan kondisi korban. Selanjutnya kembali ke tempat korban berada dan saat dipanggil korban tetap tidak merespon.

“Saksi lantas melapor kejadian tersebut ke Polsek Baturiti. Kemudian pada pukul 19.00 WITA personel melakukan olah TKP dan membawa korban meninggal le Puskesmas Baturiti untuk menjalani pemeriksaan,” jelasnya, Jumat (26/1/2024).

Baca Juga:  Aplikasi Sirekap Gangguan, Pleno Rekapitulasi Tingkat Kecamatan di Tabanan Ditunda

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Arjana, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban dan dinyatakan telah meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas karena serangan jantung.

Hal itu juga dikuatkan dengan pengakuan keluarga korban bahwa korban sering mengeluh kelelahan dan asam lambungnya naik.

“Keluarga telah mengikhlaskan kematian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi mayat,” ungkapnya. (ana)