Ini Penjelasan Kabid Humas Polda Bali Dugaan Perampokan WNA Australia di Kuta

20

PANTAUBALI.COM – Denpasar, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Bayu Satake, menanggapi berita viral dugaan perampokan dan penganiayaan WNA asal Perth Australia atas nama Lachlan Briam Hunt di Pulau Bali pada tanggal 12 Januari 2023 lalu sekitar pukul 04.00 wita di wilayah Kuta, yang mengakibatkan WNA tersebut terluka parah karena di pukuli secara brutal hingga dirawat di Rumah Sakit BIMC Kuta, Selasa (24/4).

“Menurut saksi serta informasi yang sudah kita kumpulkan bahwa yang bersangkutan diduga mengalami kecelakaan lalulintas tunggal (Out Control), karena pada saat itu yang bersangkutan berkendara dalam kondisi mabuk berat,” kata Kabid Humas dalam keterangan resminya Selasa (25/01).

Kabidhumas menegaskan berita yang sudah terlanjur viral di medsos tersebut, sangat mengganggu kenyamanan wistawan dan juga meresahkan situasi Kamtibmas Bali.

Saat ini Polda Bali telah menurunkan tim untuk menyelidiki dan mencari fakta, mulai dari bukti-bukti dan saksi-saksi dilapangan tentang apa yang sebenarnya di alami WNA tersebut.

Ini berdasarkan keterangan saksi di TKP atas nama Muhsar Hadi yang beralamat di Jalan Poppies 1 Kuta.

Saksi menerangkan bahwa WNA tersebut sekitar pukul 04.00 Wita mengendarai motor Honda Vario berwarna merah dengan kecepatan tinggi.

Diperkirakan WNA tersebut dalam keadaan mabuk berat dan ketika melewati polisi tidur (gundukan jalan) motor yg dikendarai oleng dan mengakibatkan WNA terjatuh dalam posisi tengkurap serta pingsan. Kemudian sekitar pukul 04.30 Wita WNA tersebut bangun dengan muka penuh darah kemudian langsung pergi.

Selain itu, kata dia hasil interogasi tim Polda Bali kepada WNA asal Perth Australia atas nama Lachlan Briam Hunt, mengakui pada 12 Jan 2023 pukul 22.00 Wita Lachlan Briam Hunt, pergi dari Hotel Masa Inn Bali di Jalan Poppies Lane 1 Kuta tempatnya menginap menuju Engine Room bersama temannya dengan menggunakan sepeda motor Honda Vario untuk minum-minum hingga selesai dan pulang dini hari sekitar pukul 03.30 wita.

Baca Juga:  Polresta Denpasar Gelar Operasi Keselamatan, Ini Pelanggaran yang Disasar

“Di saat perjalanan pulang yang bersangkutan merasa HP-nya terjatuh, pada saat ia berusaha mengambil Handphonenya ia merasa didorong oleh orang yang tidak dikenal, selanjutnya korban tidak ingat lagi apa yang terjadi, dikarenakan dalam kondisi mabuk berat,” tandasnya.

Dan Lachlan Briant Hunt juga mengaku tidak tau siapa yang memviralkan dirinya di rampok dan dianiaya.

Dari hasil penyelidikan sementara tim Polda Bali, Kabid Humas Kombes Pol Bayu Satake menyampaikan WNA asal Perth Australia atas nama Lachlan Briam Hunt, diduga mengalami kecelakaan tunggal (OC) karena ybs berkendara dalam kondisi mabuk berat dan tidak ditemukan adanya unsur perampokan maupun penganiayaan.

“Kami berharap kepada masyarakat Bali dan para wisatawan agar bijak menggunakan Medsos dan tidak gampang mempercayai berita-berita hoax yang dapat memberikan citra negatif terhadap Bali,” pungkasnya.(PB07)