TPA Mandung Masih Kepulkan Asap Tebal Jelang Tampung Sampah dari Denpasar

Proses penyemprotan sampah di TPA Mandung oleh BPBD Tabanan.
Proses penyemprotan sampah di TPA Mandung oleh BPBD Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepulan asap tebal masih muncul diantara tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (14/5/2024).

Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, kepulan asap ini berada di sisi utara TPA atau di lokasi titik api sebelumnya muncul.

“Asap masih sama muncul di sisi utara TPA. Tidak merembet ke sisi lain karena kami setiap hari selalu melakukan penyemprotan,” ujarnya.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Tabanan Bersama Disdik Gelar Raker Persiapan PPDB 2024-2025

Ia menyebut, penyemprotan saat ini dilakukan sebanyak dua kali sehari yakni pada saat pagi dan sore hari. Dimana dalam sekali penyemprotan bisa menghabiskan 9.000 liter air.

“Kami siagakan tandon air yang mampu menampung 3.000 liter air. Pagi hari penyeprotan dilakukan oleh UPTD dibantu pemadam kebakaran sedangkan dari BPBD saat sore hari,” ungkapnya.

Baca Juga:  BPBD Badung Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana 

Sementara itu, Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja TPA Mandung I Wayan Atmaja mengatakan, dengan kondisi TPA Mandung saat ini, pengiriman sampah masih dilakukan.

“Saat ini sampah yang masuk ke TPA Mandung sehari mencapai 155-160 ton,” ungkapnya.

Atmaja mengaku, untuk ketersediaan lahan yang bisa menampung sampah lagi hanya tersedia kurang lebih 22 are dari total luas TPA Mandung mencapai 2,7 hektar.

“Lahan yang masih tersisa ini tidak sepenuhnya kosong sebab sudah ada tumpukan sampah dengan ketinggian mencapai 5 meter,” ungkapnya.

Baca Juga:  Truk Kontainer dan Pikap Bermuatan Tanaman Hias Terlibat Kecelakaan di Jalur Denpasar-Gilimanuk 

Terkait dengan persiapan TPA Mandung menerima sampah dari Kota Denpasar, Atmaja mengaku, masih menunggu perintah pimpinan terkait dengan mekanismenya.

“Informasi yang kami dapat. Nanti Denpasar bakal mengirim sampah selama 7 hari karena ada pelaksanaan WWF,” pungkasnya.