Kasus DBD Masih Marak Terjadi, Dinkes Jembrana Imbau Masyarakat Waspada

Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.
Ilustrasi nyamuk aedes Aegypti penular demam berdarah.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Dalam kurun waktu empat bulan awal tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana mencatat sebanyak ratusan kasus demam
berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jembrana.

Menurut data yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jembrana, tercatat sebanyak 112 kasus DBD ditemukan dari bulan Januari hingga 21 April 2024.

Kepala Dinkes Jembrana, Made Dwipayana mengatakan, wilayah kecamatan yang paling banyak ditemui kasus DBD di Kabupaten Jembrana adalah Kecamatan Negara.

Baca Juga:  Revetment Pantai Pebuahan Jembrana Segera Dimulai, Anggaran Capai Rp18,3 dari APBN

“Dari Puskesmas I Negara sebanyak 16 kasus, dan Puskesmas II Negara sebanyak 18 kasus, ” ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2024).

Sedangkan, di Puskesmas I dan II Jembrana terdapat total sebanyak 24 kasus DBD. Kemudian, di Puskesmas I dan II Mendoyo tercatat sebanyak total 27 kasus. Selain itu, di Puskesmas I dan II Melaya tercatat total sebanyak 20 kasus.

Serta, ia menjelaskan, temuan kasus DBD paling rendah ditemukan di Kecamatan Pekutatan. Dari Puskesmas I dan II Pekutatan hanya tercatat sebanyak 7 kasus DBD.

Lebih lanjut, ia menerangkan, kasus DBD di Kabupaten Jembrana paling banyak ditemui pada bulan Maret 2024 kemarin yang tercatat sebanyak 46 kasus.

Baca Juga:  Ribuan Umat Muslim Padati Twin Tower Jembrana

“Bulan Januari sebanyak 12 kasus, Februari sebanyak 18 kasus, Maret 46 kasus dan April sebanyak 36 kasus, ” paparnya.

Jika dibandingkan dengan 4 bulan pertama di tahun sebelumnya, yakni di bulan Januari hingga April tahun 2023. Dinkes Kabupaten Jembrana mencatat sebanyak hingga 264 kasus DBD.

Tentunya, jika dibandingkan dengan tahun 2024 ini terjadi penurunan kasus DBD. Karena hal itu, pihaknya menghimbau masyarakat agar selalu melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yakni Menguras, Menutup dan Mendaur ulang berbagai tempat yang memiliki potensi tempat berkembang biak nyamuk.

Baca Juga:  Proyek Revitalisasi Pasar Umum Negara Capai 71 Persen

“Untuk masyarakat tetap waspada dengan perubahan cuaca dengan hujan lebih sering. Juga mobilitas masyarakat yang tinggi akan mempengaruhi jumlah kejadian sakit atau penularan virus dengue,” pungkasnya. (ana)