BBPOM Denpasar Uji 22 Sampel Takjil di Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Denpasar melakukan pengawasan terhadap pedagang takjil di sekitar Mesjid Agung Tabanan, Kamis (4/4/2024).

Sebanyak 22 sampel makanan dan minuman seperti jajanan basah, pepes, es kolak dan es kolang kaling diuji oleh petugas. Hasilnya semua makanan dan minuman yang diuji hasilnya negatif atau aman untuk dikonsumsi.

Kepala BBPOM Denpasar Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, tujuan dilakukan pengawasan ini adalah untuk memastikan masyarakat terhindar dari produk makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya.

Baca Juga:  Momen Meliang-Liang Tingkatkan Kebersamaan Pegawai Pemkab Tabanan

“Kami laksanakan pengujian makanan berbuka puasa ini mulai dari tanggal 4 Maret hingga 18 April di seluruh Kabupaten di Bali,” ujarnya.

Ia menyebut, hasil pengetesan semua menunjukkan hasil negatif. Pengujian dilakukan dengan metode kualitatif untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan berbahaya pada makanan.

“Apabila ditemukan makanan yang tidak layak konsumsi maka akan ditindak dengan cara dimusnahkan oleh penjual agar tidak dijual lagi,” ucapnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan makanan atau minuman sebelum membelinya.

Baca Juga:  Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Desa Bantiran Pupuan Ditemukan di Buleleng

“Cek dulu kemasan, label, izin edar dan kedaluarsa produk sebelum membeli atau mengonsumsi pangan olahan,” ucapnya. (ana)