Wanita Muda Lakukan Percobaan Bunuh Diri di Pantai Yeh Gangga, Sempat Tulis Pesan di Buku

Wanita asal Jembrana lakukan aksi percobaan bunuh diri di Pantai Yeh Gangga.
Wanita asal Jembrana lakukan aksi percobaan bunuh diri di Pantai Yeh Gangga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Identitas wanita yang melakukan percobaan aksi bunuh diri di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan pada Sabtu (29/6/2024) pagi akhirnya diketahui.

Wanita tersebut berinisial NGAPSD (22) asal Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Beruntungnya aksi korban berhasil diketahui oleh salah pengendara ATV yang tengah melintas di sekitar tempat kejadian. Korban pun berhasil diselamatkan setelah dibawa ke Puskesmas terdekat.

Ia nekat melakukan aksi bunuh diri tersebut karena depresi menghadapi masalah rumah tangga.

Adapun korban diketahui bekerja di salah satu toko busana di salah satu pasar di Tabanan.

Baca Juga:  Pemanggilan Kedua Nyoman Mulyadi Batal, PDIP Tabanan Jadwalkan Ulang

Kapolsek Tabanan Kompol I Nyoman Sumantara mengungkapkan, berdasarkan keterangan korban, pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WITA korban menuju ke Pantai Yeh Gangga untuk melancarkan rencana bunuh diri.

Sesampainya di lokasi, korban menuju ke tengah laut dan menghirup racun nyamuk. Beberapa menit kemudian korban merasa pusing dan takut.

Kemudian korban kembali ke pinggir pantai, sampai di pinggir pantai korban duduk di atas pasir dan kembali menghirup racun nyamuk sampai tidak sadarkan diri. Saat terbangun, korban tiba-tiba sudah berada di Puskesmas.

“Setelah diperiksa oleh tim medis di Puskesmas Tabanan 1, korban sadar dalam waktu lima menit. Dokter yang menangani menyatakan kondisi korban stabil dan mengizinkan korban pulang,” tambah Kompol Sumantara.

Baca Juga:  TP PKK Tabanan Bagikan PMT Kepada Lansia hingga Penderita Kanker

Adapun dalam tas korban ditemukan barang bukti berupa satu botol obat pembunuh serangga jenis One Push Vape ukuran 10 ml dan satu botol aceton Green Varnish Remover ukuran 35 ml.

Selain itu, ditemukan juga buku berisi curhatan korban sebelum memutuskan diri untuk mengakhiri hidup.

“Saat ini korban disarankan untuk memeriksakan diri ke psikiater untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut,” terangnya. (ana)