WNA Australia Berusia 77 Tahun Tewas Usai Terjatuh dari Tangga Pasar Pantai Sindhu 

Lokasi WNA Australia terjatuh hingga tewas di Sindhu Beach Market, tepatnya di Kios Tini 61 Kris, Sanur, Kota Denpasar, Senin (1/4/2024).
Lokasi WNA Australia terjatuh hingga tewas di Sindhu Beach Market, tepatnya di Kios Tini 61 Kris, Sanur, Kota Denpasar, Senin (1/4/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang WNA perempuan paruh baya asal Australia meninggal dunia akibat terjatuh dari tangga menuju ke Pantai Sindhu, Sindhu Beach Market, tepatnya di Kios Tini 61 Kris, Sanur, Kota Denpasar, Senin (1/4/2024).

Korban atas nama Rita Myrsel Lubin (77) yang bertempat tinggal sementara di Villa Seriska, Jalan Danau Tamblingan, Sanur. Dirinya terluka dan kehilangan banyak darah akibat terkena pecahan kaca, nyawanya pun tidak bisa diselamatkan saat tiba di Rumah Sakit Bali Mandara, sekitar pukul 12.00 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar I Ketut Sukadi menerangkan, menurut keterangan saksi, korban awalnya melintas pada sebuah pasar tradisional menuju ke pantai.

Baca Juga:  Warung dan Gudang Rongsokan di Kediri Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik 

Lalu korban melewati sebuah tangga menuju ke pantai melalui jalur dekat Villa Seriska, korban yang sedang mencari tumpuan menuruni tangga kehilangan keseimbangan, sehingga korban terjatuh dan tubuh korban menimpa sebuah dinding kaca sebuah toko.

“Dari kejadian tersebut, korban mengalami luka sayatan dari pecahan kaca yang menyebabkan korban bersimbah darah duduk di dekat tangga,” terangnya.

Baca Juga:  Unggah Foto dan Percakapan Perselingkuhan, Seorang Pemilik Akun Media Sosial Diamankan Polresta Denpasar

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung membantu korban bersama dengan warga lokal lainnya dan langsung memanggil keluarga korban dan langsung membawa korban menuju Rumah Sakit Bali Mandara.

“Sayang nyawa korban tidak tertolong, diduga karena korban kehilangan terlalu banyak darah. Keluarga korban melaporkan kejadian ini keesokan harinya kepada petugas kepolisian sektor Denpasar Selatan untuk proses lebih lanjut,” ujar Sukadi. (jas)