Warung Makan Jawa Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Pemilik Alami Kerugian Rp200 Juta

Kebakaran warung makan jawa di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan Kamis (14/3/2024) malam.
Kebakaran warung makan jawa di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan Kamis (14/3/2024) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah warung makan jawa yang teletak di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan ludes terbakar pada Kamis (14/3/2024) malam.

Selain menghanguskan bangunan warung milik Mudawan, kobaran api juga membakar barang-barang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur tersebut. Antara lain mobil Avanza, uang sekitar Rp18 juta, KTP, buku tabungan, beserta perhiasan, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kapolsek Seltim AKP I Putu Budiawan mengungkapkan, peristiwa kebakaran ini diketahui sekitar pukul 19.10 WITA. Dugaan sementara, kebakaran dipicu karena korsleting arus listrik.

Baca Juga:  Berdayakan Seniman dan Kuliner Lokal, Bupati Sanjaya Buka Marga Festival 2024 

“Menurut keterangan saksi diperkirakan kebakaran terjadi karena konsleting arus listrik,” ujarnya Kamis (14/3/2024).

AKP Budiawan menjelaskan, beberapa menit sebelum kejadian korban bersama istri dan anaknya melaksanakan buka puasa bersama di depan warung.

Setelah itu, korban berniat untuk melaksanakan sholat Isya dan masuk ke kamar. Namun sesampai di kamar, korban mendapati api sudah berkobar di kasur. Api pun dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan warung beserta barang-barang di dalamnya.

Kemudian, warga sekitar lokasi kejadian yang melihat peristiwa itu berupaya melakukan pemadaman api dan melaporkan ke Polsek Selemadeg Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Inovasi TPS3R Desa Pangkung Karung, Olah Sampah Jadi Pupuk Organik Gratis untuk Warga

Selanjutnya sekitar pukul 19.47 WITA, empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan kobaran api.

“Api berhasil dipadamkam dengan 4 armada pemadam kebakaran pada pukul 20.55 WITA,” ucapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, semua barang-barang berharga milik korban hangus terbakar.

“Nihil korban jiwa, korban hanya mengalami kerugian material mencapai Rp200 juta,” pungkas Budiawan. (ana)