Lima Rangkaian Hari Raya Nyepi dari Melasti hingga Ngembak Geni, Simak Penjelasannya

Upacara melasti sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.
Upacara melasti sebagai rangkaian Hari Raya Nyepi.

PANTAUBALI.COM – Hari Raya Nyepi diperingati setiap satu tahun sekali oleh umat Hindu. Peringatan ini menjadi momen sakral bagi semua umat Hindu di seluruh Indonesia untuk menyambut pergantian tahun Saka.

Perayaan hari suci Nyepi sendiri dirangkaikan dengan beberapa upacara lain, mulai dari melasti hingga ngembak geni. Tujuannya sendiri ialah untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dengan melakukan ritual pembersihan diri atau Bhuana Alit dan alam semesta atau Bhuana Agung.

Berikut adalah lima rangkaian upacara Hari Raya Nyepi:

  1. Melasti

Upacara melasti atau yang dikenal juga dengan melis adalah ritual yang dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Melasti sendiri merupakan proses pembersihan sarana sembahyang di pura dengan cara penyucian secara simbolis ke laut atau sungai. Biasa setiap desa khususnya di Bali, menggelar upacara ini di waktu yang berbeda-beda.

Adapun makna dari melasti ini adalah menghanyutkan kotoran dengan menggunakan air kehidupan atau Tirtha Amertha. Umat Hindu percaya bahwa air laut atau sungai dianggap sebagai sumber Tirta Amertha.

Baca Juga:  KPU Bali Targetkan Partisipasi Pilkada 2024 Capai 75 Persen

Untuk pelaksanaan upacaranya sendiri, umat Hindu akan membawa Jempana atau stana Ida Bhatara beserta benda-benda suci di Pura untuk diarak menuju laut.

Setelah itu, semua benda yang disucikan akan disemayamkan kembali pada satu pura hingga sehari setelah hari raya Nyepi. Selanjutnya akan dikembalikan lagi ke pura masing-masing.

 

2. Mecaru atau Tawur

Upacara mecaru atau tawur ini dilaksanakan tepat pada hari Tilem Sasih Kesanga (bulan mati ke-9) atau sehari sebelum Nyepi. Upacara ini akan dilaksanakan pada masing-masing rumah, desa hingga kecamatan.

Dalam upacara ini, umat akan membuat sesajen untuk dihaturkan kepada para Bhuta Kala atau simbol hal negative yang menganggu kehidupan manusia beserta alam semesta. Upacara ini dimulai dengan tahapan upacara Bhuta Yadnya di perempatan jalan atau lingkungan rumah masing-masing dengan menggunakan sarana banten caru.

Terdapat tiga jenis tingkatan Bhuta Yadnya yakni Panca Sata (Kecil), Panca Sanak (sedang) dan Tawur Agung (besar).

Kemudian, untuk banten caru sendiri terdiri dari nasi manca warna atau nasi lima warna yang berjumlah Sembilan tanding atau paket yang berisi lauk pauk berupa ayam brumbun (warna-warni), tetabuhan arak atau tuak, dan sarana lainnya.

Baca Juga:  Penataan Museum Subak Dikebut Jelang WWF 2024

 

3. Pengerupakan

Setelah pelaksanaan upacara mecaru, umat Hindu akan menyebar nasi tawur dan membuat api atau obor. Tujuannya adalah untuk menerangi pekarangan rumah dengan sejenis makanan bernama mesiu.

Kemudian, dibarengi dengan membunyikan benda-benda seperti kentongan untuk menghasilkan suara ramai hinga gaduh. Hal itu dilakukan untuk mengusir para Bhuta Kala dari pekarangan rumah dan sekitarnya.

Pada momen ini biasanya setiap desa adat akan mengarak ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala. Ogoh-ogoh akan diarak keliling desa lalu dibakar untuk menghilangkan hal negatif yang bisa menganggu kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.

 

4. Nyepi

Puncak dari rangkaian acara diatas adalah Hari Suci Nyepi. Saat Nyepi, umat Hindu dilarang beraktivitas keluar rumah seperti biasanya dan dianjurkan melakukan puasa. Sebab umat Hindu melaksanakan ritual yang dikenal dengan Catur Brata Penyepian, yakni:

  • Amati Geni: tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
  • Amati Karya: tidak melakukan kegiatan kerja jasmani.
  • Amati Lelungan: tidak bepergian keluar rumah.
  • Amati Lelanguan: tidak menunjukkan kesenangan atau liburan melainkan pemusatan pikiran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Baca Juga:  Bupati Jembrana Hadiri Karya Rsi Yadnya Griya Mambal Batuagung

Proses Nyepi dilakukan selama 24 jam atau satu hari penuh, yang dimulai saat matahari menyingsing hingga keesokan harinya.

 

5. Ngembak Geni

Upacara terakhir dari rangkaian Hari Raya Nyepi adalah Ngembak Geni. Prosesi ini dilakukan sehari setelah Nyepi. Biasanya Umat Hindu akan berkunjung ke rumah keluarga atau tetangga untuk silaturahmi dan salah memaafkan.

Hal ini dilakukan karena umat Hindu memegang prinsip Tattwam Asi yang artinya aku adalah kamu dan kamu adalah aku. Meskipun berbeda keyakinan, derajat manusia tetap sama di hadapan Tuhan. Sehingga membuat Hindu mengedepankan hidup rukun dan damai.

 

Itulah penjelasan mengenai rangkaian upacara Hari Suci Nyepi, mulai dari melasti hingga Ngembak Geni. Mari saling menghormati dan menjaga toleransi antar umat beragama agar kehidupan berjalan tentram dan damai.