Pastikan Mutu Pelayanan Pemerintah, Bupati Tabanan Ngantor di Desa Senganan

Bupati Sanjaya Ngantor di Desa Senganan, Kecamatan Penebel, sebagai lokasi tempatnya bekerja saat itu, Jumat (19/1/2024).
Bupati Sanjaya Ngantor di Desa Senganan, Kecamatan Penebel, sebagai lokasi tempatnya bekerja saat itu, Jumat (19/1/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perjalanan Program Unggulan Bupati Tabanan Ngantor di Desa atau dikenal dengan program ‘Bungan Desa’ yang ke -41 telah memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut terus dibuktikan dengan konsistensi yang kuat dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M, saat pihaknya menunjuk kantor Desa Senganan, Kecamatan Penebel, sebagai lokasi tempatnya bekerja saat itu, Jumat (19/1/2024).

Dengan mengajak Sekda, Para Asisten Setda, serta seluruh OPD dan pemegang kepentingan di jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan dan juga Direktur Instansi Vertikal di Tabanan, Para Camat, Bendesa dan Perbekel setempat.

Sanjaya membuktikan sinergitas dan soliditas dalam pembangunan yang dilakukan secara bahu-membahu mampu memberikan jawaban bagi permasalahan rakyat secara konkret. Melalui Bungan Desa, kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Bupati Sanjaya untuk mendengar langsung aspirasi rakyat dan melihat potensi masing-masing desa secara terperinci.

Tiba di Balai Banjar Adat Pacung, Desa Senganan, Bupati Sanjaya lakukan peninjauan mulai dari pelayanan publik hingga stand UMKM. Diteruskan dengan peninjauan SID, pembekalan Semara Ratih kepada para calon pengantin, memberikan arahan pada Warga Desa Senganan, dan menuju rumah keluarga Stunting di Banjar Adat Bugbugan Anyar, untuk memberikan perhatian berupa pembagian paket sembako secara simbolis.

Baca Juga:  Dukung Kreativitas Anak, Bupati Sanjaya beserta Istri Buka Pawai Ogoh-Ogoh Mini

Di kesempatan itu, selain memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat atas potensi desa yang telah dikembangkan dengan optimal, Sanjaya juga berharap kehadirannya dapat memberikan manfaat yang saling mutualisme antar pemerintah dan masyarakat.

“Selain kita tadi memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat Desa Senganan, seperti pelayanan kesehatan gratis, pemberian kacamata gratis, pemberian ijin gratis dan juga KTP, Akta, konseling tentang program semara ratih, juga ada program pelayanan perpustakaan, pelayanan pajak bumi dan bangunan, dan banyak sekali pelayanan yang kita berikan di Desa Senganan,” ujarnya.

Selain itu, dampak lain yang diinginkan dari kehadirannya saat itu ialah tingkat kesehatan yang meningkat dan angka stunting yang menurun, melalui kegiatan posyandu, bina keluarga balita, pemeriksaan kesehatan dan program lainnya yang mengikuti.

“Selain itu, kami juga datang ke salah satu banjar, Banjar Bugbugan, di mana saat itu ketika dimonitoring masih ada indikasi sedikit sekali terkait stunting. Ada 3 anak yang tercatat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Purnama Sasih Kesanga, Bupati Sanjaya Bersama Jajaran Sembahyang Bersama di Pura Luhur Batukau

Sesuai di lapangan, dilihat secara langsung tidak ada sedikitpun ciri-ciri stunting. “Tadi karena dari dokter sudah menyampaikan, makanan dan gizi serta kesehatan sudah terlihat sangat baik. Cuma hanya ada tinggi badan yang masih kurang. Tetapi dengan pemerintah, OPD semua yang membidangi secara rutin turun ke desa-desa dengan penuh semangat, melayani masyarakat. Astungkara, tahun lalu ketika Pemerintah Kabupaten Tabanan ditetapkan dengan nilai stunting 8,2 persen yang kala itu terbaik di Bali, namun sekarang, di pertengahan Januari, stunting di Tabanan sudah di angka 3,23 persen. Ini mungkin angka terkecil di Bali, bahkan mungkin di Indonesia,” papar Sanjaya dengan penuh antusias.

Oleh sebab itu Sanjaya menjelaskan, stunting menjadi konsentrasi dan atensi Pemerintah Kabupaten Tabanan, karena stunting sangat beririsan dengan status kemiskinan ekstrim.

“Jadi kalau tidak ada stunting di Tabanan, otomatis kemiskinan ekstrim sudah dapat ditanggulangi. Mudah-mudahan, dengan kita berkantor di desa, bisa terus mendekatkan diri ke masyarakat, dan masyarakat juga bisa dekat dengan pemerintah,” sebutnya.

Baca Juga:  Cerminan Toleransi dalam Keberagaman, Bupati Tabanan Hadiri Ramah Tamah Perayaan Cap Go Meh

Pentingnya menjaga frekuensi dan gelombang yang seirama antara pemerintah dan masyarakat, menjadi bagian integral dalam terlaksananya pembangunan yang sesuai dengan Visi dan Misi Kabupaten Tabanan.

“Jadi saling bahu membahu antara Pemerintah dan masyarakat, sehingga programnya menjadi baik. Dalam rangka menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani bisa cepat terlaksana asal kita betul-betul turun di tengah masyarakat dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya lebih lanjut.

Turut antusias dalam menyambut kedatangan Bupati dan Jajaran saat itu, salah satu masyarakat yang ditemui di lokasi, Sagung Putu Ari Purnama Sari (32), sampaikan ungkapan terima kasih dan bahagianya atas perhatian yang terus ditunjukkan oleh orang nomor satu di Tabanan pagi itu.

“Kami ucapkan terima kasih banyak atas kedatangan Bapak Bupati berkantor di desa. Kami selaku warga Desa Senganan sangat berbahagia sekali mendapat pelayanan dari dinas-dinas terkait, dari semua elemen-elemen yang dibawa Bapak Bupati. Perhatian Bapak Bupati benar-benar menyentuh masyarakat, sangat membantu dari mulai kesehatan, catatan sipil, kesehatan dan pendidikan, sangat membantu,” jelas Sagung. (rls)