Sekda Badung Terima Kunjungan Kerja Pemkab Siak Terkait Pengembangan Pariwisata

Sekda Badung Wayan Adi Arnawa saat menerima kunjungan kerja Bupati Siak Provinsi Riau H. Alfredi bersama Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, di Puspem Badung, Senin (8/1/2024).
Sekda Badung Wayan Adi Arnawa saat menerima kunjungan kerja Bupati Siak Provinsi Riau H. Alfredi bersama Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, di Puspem Badung, Senin (8/1/2024).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Pembangunan pariwisata yang berhasil bukan hanya dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional, lebih dari itu, jika pariwisata dikelola secara baik, pariwisata dapat menjamin kelestarian alam dan budaya, serta penyediaan lapangan pekerjaan bagi penduduk lokal.

Untuk itu, dalam pengembangan pariwisata, perlu diterapkan konsep pembangunan yang dapat meminimalkan dampak negatifnya, yaitu melalui konsep pariwisata berkelanjutan (Sustainable Tourism).

Pariwisata berkelanjutan merupakan konsep pembangunan/pengembangan pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini maupun masa depan. Dengan tetap memegang teguh nilai dan spirit budaya lokal Bali

“Ini membutuhkan suatu inovasi yang out of the box. Untuk menjadikan industri pariwisata sustainable, ini merupakan suatu konsep yang dipraktikkan dan di maintenance baik oleh Pemerintah Kabupaten Badung,  masyarakat, pelaku industri dan semua komponen yang ada didalamnya. Dan terbukti pariwisata telah memberikan dampak dimensional,” demikian disampaikan Sekda Badung Wayan Adi Arnawa saat mewakili Bupati Giri Prasta menerima kunjungan kerja Bupati Siak Provinsi Riau H. Alfredi bersama Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Siak, Senin (8/1) bertempat di Puspem Badung.

Ditambahkan Adi Arnawa, dalam masa kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa di Kabupaten Badung terdapat 4 (empat) pilar utama pengembangan pariwisata yang mencakup pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan (Sustainability Management), pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal (Social-Economy), pelestarian budaya bagi masyarakat (Culture) dan pelestarian lingkungan (Environment).

Baca Juga:  Posyankumhamdes Kemenkumham Bali Jadi Solusi Mediasi Masalah Hukum di Desa

Kinerja pembangunan pariwisata tidak hanya diukur dan dievaluasi berdasarkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi saja, tetapi juga atas kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengurangan pengangguran dan kemiskinan, pelestarian pertanian / lingkungan, pengembangan budaya serta mempererat persatuan ditengah perbedaan dan heterogenitas masyarakat Badung.

“Oleh karena itu konsep kita tidak boleh konvensional dalam memanage industri pariwisata. Kita juga harus selalu membangun kondusifitas antar wilayah karena keamanan dan kenyamanan juga menjadi hal yang mutlak untuk diwujudkan. Maka dari itu kami selalu menggandeng teman-teman Forkopimda, karena kami menyadari bahwa Pariwisata Badung dan Bali harus kita jaga bersama. Bapak Bupati Giri Prasta ingin agar semua komponen masyarakat kami, bisa menikmati kue besar dari industri pariwisata tanpa membedakan suku agama dan ras,” ujar Adi Arnawa

Baca Juga:  Gandeng 24 UMKM Lokal, Pemkab Badung Gelar ‘Jumat Ceria'

Sementara itu, Bupati Siak H. Alfredi menyampaikan, untuk meningkatkan akselerasi pembangunan di bidang Infrastruktur, Pariwisata, Perhubungan dan Pelayanan Publik di Kabupaten Siak, diperlukan kesamaan pandang antar seluruh elemen pemerintahan di Kabupaten Siak termasuk Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah.

Sehubungan dengan hal tersebut pihaknya merasa perlu untuk melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Badung, untuk melihat keberhasilan dalam melaksanakan pembangunan dan pelayanan berkat dari adanya dukungan dan kerjasama semua elemen yang ada di Kabupaten Badung. (rls)