DTW Jatiluwih dan Tanah Lot Kompak Gelar Festival Juni 2023

Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot.
Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tabanan yakni Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih dan Tanah Lot akan menggelar festival pada Juni 2023 mendatang.

Pergelaran ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pasca pandemi Covid-19.

Manajer DTW Jatiluwih I Nengah Sutirtayasa mengatakan, festival Jatiluwih akan berlangsung selama tiga hari pada 16 – 18 Juni mendatang. Kegiatan budaya dan pameran UMKM akan disuguhkan dalam festival kali ini.

“Ada pergelaran pementasan seni, budaya dan hiburan musik. Selain itu, ditampilkan juga stand UMKM dari Kelompok Usaha Bersama (Kube) Desa Jatiluwih,” ujar Made Sutirtayasa, Jumat (26/5/2023).

Ia menjelaskan, ada tiga spot pergelaran festival yakni di depan kantor DTW Jatiluwih untuk pembukaan, center point subak Jatiluwih untuk pertunjukan budaya serta di Jatiluwih Space untuk pergelaran teater.

Baca Juga:  Marga Festival Marhen 2024, Wadah untuk Kenalkan Potensi Desa dan Wisata Kecamatan Marga

Selain itu, ditampilkan kembali patung Dewa Sedana dan Dewi Sri yang terbuat dari anyaman bambu. Kedua patung ini akan ditempatkan di center point.

Pihaknya akan melibatkan masyarakat desa di Jatiluwih, Sekaa Truna Truni (STT), ibu-ibu PKK dan kelompok subak untuk meramaikan kegiatan.

“Kami melibatkan masyarakat lokal sekitar sini yang juga terlibat dalam kegiatan pariwisata,” katanya.

Sutirtayasa menyebut, anggaran yang diperlukan untuk menggelar festival ini mencapai Rp250 juta bersumber dari dana promosi DTW Jatiluwih.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Tabanan Minta Dinas Kesehatan Serius Tangani Lonjakan Kasus DBD

Sementara itu, Asisten Manager DTW Tanah Lot Putu Toni Wirawan mengatakan festival Tanah Lot juga akan berlangsung selama tiga hari pada 23 – 25 Juni mendatang.

Menariknya lagi festival kali ini akan menampilkan kesenian klasik mulai dari tarian klasik, okokan, selonding hingga gender.

Selain itu ada juga parade gebogan, baleganjur, joged bumbung, hingga hiburan musik.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Angkat Potensi Teh Gobo Desa Bongan

“Banyak kesenian yang akan kami tampilkan mulai dari kesenian klasik. Ada juga wisata kuliner dan pameran UMKM,” paparnya.

Toni Wirawan menjelaskan, untuk pameran UMKM khusus memperkenalkan kearifan lokal Desa Beraban. Sedangkan jenis kuliner akan diisi dengan kuliner khas Tabanan.

Untuk anggaran festival kali ini sepenuhnya berasal dari dana promosi DTW Tanah Lot. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlah anggaran yang diperlukan sebab masih dalam tahap rancangan.

“Anggaran belum fix, kami masih rapat dengan EO (penyelenggara acara),” jelasnya. (ana)