Pemprov Bali Buka Ruang Luas untuk Digital, Ny. Putri Koster Ajak Masyarakat Jangan Jadi Penonton Saja

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster.
Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengajak masyarakat Bali untuk ikut berpartisipasi di dunia digital karena Bali memang sudah disiapkan untuk menjadi Pulau Digital.

 

Hal tersebut ditegaskannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif dengan tema “44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, Bali Pulau Digital” bersama narasumber Kelompok Ahli Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi I Made Artana, S.Kom., M.M, di Denpasar, Senin (27/3/2022).

 

Wanita yang akrab disapa Bunda Putri itu mengatakan, SDM Bali harus disiapkan juga untuk menyambut Bali sebagai pulau digital. “Pemprov Bali atas arahan Bapak Gubernur Wayan Koster dan Bapak Wagub Cok Ace sudah buka ruang seluas-luasnya untuk perkembangan digitalisasi di Bali, jangan sampai itu digunakan oleh pihak lain dan ‘nak Bali cuma jadi penonton saja. Itu tantangan kita ke depan,” jelas Bunda Putri dalam acara yang dipandu oleh Trya Wahyuda.

 

TP PKK sebagai mitra Pemerintah menurutnya berkepentingan mengajak unit terkecil dalam masyarakat yaitu rumah tangga, dalam mendidik generasi penerus terutama untuk melek digital. Apalagi hal itu sesuai dengan 10 Program Pokok PKK yang salah satunya bertujuan untuk mencerdaskan generasi bangsa.

 

Baca Juga:  Pemilik Lupa Matikan Kompor, 2 Unit Dapur di Denpasar Ludes Terbakar

Berbagai infrastruktur, sarana prasarana hingga even digital sudah disiapkan dan dijalankan oleh Pemprov Bali, bahkan sudah dilindungi oleh payung hukum. Fasilitas digital tersebut menurutnya tidak hanya menyasar anak muda, namun juga bagi pelaku-pelaku sektor lain seperti pariwisata, pertanian hingga ekonomi kreatif. “Ini PR kita bersama kasi edukasi ke masyarakat untuk turut berpartisipasi ke dunia digital,” imbuhnya.

 

Keseriusan pemerintah dalam bidang digital juga direalisasikan dengan perhelatan Bali Digital Festival (Digifest) 2022 yang diselenggarakan dari tanggal 8-10 April 2022. Bali Digital Festival ini diselenggarakan, bukan hanya untuk menjadi ajang penyampaian gagasan dan ide, namun yang lebih penting daripada itu, harus dilihat sebagai bagian dari langkah-langkah taktis Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya membangun ekosistem Digital Kerthi Bali, untuk mewujudkan Transformasi Digital yang bersifat integratif dan kolaboratif.

 

Digitalisasi, ditambahkannya bisa digabungkan dengan seni dan budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Bali. Menjadi “Nak” Bali Bunda Putri mengatakan harus tetap mempertahankan jiwa seninya, jangan sampai hilang.

Baca Juga:  Pemilik Lupa Matikan Kompor, 2 Unit Dapur di Denpasar Ludes Terbakar

 

“Nah dengan perkembangan teknologi digital di Bali bisa dipadukan kedua unsur itu. Misalnya seniman tidak hanya melukis di kanvas, tapi juga bisa di (perangkat, red) Tab, atau membuat pola tenun dengan bantuan teknologi sehingga membuat pengrajin lebih gampang menenun. Itulah Namanya keselarasan,” tuturnya.

 

Ke depan, wanita yang dikenal sebagai seniman serba bisa ini berharap, semua komponen tak terkecuali keluarga untuk berperan aktif mendukung program-program pemerintah, salah satunya digitalisasi, sehingga semua program tersebut bisa tercapai.

 

“Untuk itu marilah kita semua bergerak menjadi pelaku, jangan penonton,” tutupnya.

 

Sementara Pokli Bidang Teknologi Informasi, dan Komunikasi I Made Artana, S.Kom., M.M mengatakan, Pemprov Bali sangat optimis sektor kreatif dan digital bisa dikembangkan di Bali. Hal itu menurutnya karena bisa memberikan pengaruh besar untuk perekonomian Bali terutama di masa pandemic. “Banyak digital nomad (masyarakat yang bekerja dengan teknologi dari mana saja-red). Hal itu banyak dijumpai di Canggu dan sekitarnya, saya kira iklim Bali sangat mendukung hal tersebut,” jelasnya seraya mengatakan bahwa anak muda Bali harus bisa ambil kesempatan untuk itu.

Baca Juga:  IJTI Bali Sesalkan Larangan Peliputan Acara People's Water Forum 

 

Apalagi menurutnya Bali sudah didukung dengan infrastruktur digital yang sangat bagus. Terbukti Bali menjadi peringkat ke-4 dalam modal digital serta peringkat ke-2 di Indonesia dalam hal infrastruktur digital.

 

“Sedikit sekali blank spot di Bali, apalagi Bapak Gubernur Wayan Koster memutuskan untuk memasang 1.800 jaringan wifi di seluruh Desa Adat di Bali. Jadi harusnya masyarakat terutama pemuda bisa melek digital,” imbuhnya.

 

Mengenai Bali Digifest, ia juga mengatakan itu sebagai gong Pemprov Bali atas keseriusannya mengembangkan sistem digital, yang bertepatan juga dalam perayaan Tumpek landep sebagai simbol penajaman pikiran. Ke depan, ia mengatakan Bali tidak boleh hanya tergantung pada satu sektor saja yaitu pariwisata. Untuk itu Gubernur Wayan Koster menggagas Ekonomi Kerthi Bali yang diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo yang mencakup pertanian, sandang, pangan, perikanan hingga digitalisasi.

 

“Bapak Gubernur Bali telah ciptakan begitu banyak ruang, hingga pembangunan Bali bisa diakselerasi. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton, mari ikut berpartisipasi aktif terutama dalam mengembangkan SDM kita,” tandasnya. (agn)