Antisipasi Flu Burung, Ini langkah Dinas Pertanian Tabanan

Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia.
Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan akan melakukan pembinaan ke peternak ayam untuk kewaspadaan menyusul kemunculan kasus flu burung pada unggas di Kamboja dan Kalimantan Selatan.

Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia mengatakan, pihaknya akan menerjunkan petugas URC maupun petugas di setiap Puskeswan apabila ditemukan tanda-tanda klinis mengarah ke Avian Influenza (AI) atau flu burung.

Pihaknya juga membuat surat edaran berkaitan penerapan biosecurity secara kontinyu dan berkesinambungan di tingkat peternak sehingga penyakit tidak bisa masuk, berkembang biak, maupun menyebar di masing-masing peternak.

Baca Juga:  KIM Plus Tabanan Resmi Dibentuk, Siap Bertarung di Pilkada 2024

Dinas Pertanian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk kewaspadaan peningkatan kasus Haight Patologic Avian Influenza (HPAI), dugaan kasus Avian Influenza pada manusia dan melakukan epidemiologi terpadu dengan instansi terkait termasuk BBvet ( Balai Besar Veteriner ) Kota Denpasar.

“Kita akan terus melakukan sosialisasi intensifkan di tengah-tengah masyarakat melalui penyuluh maupun petugas medik veteriner di lapangan”, ujar Subagia, Rabu(1/3/2023).

Baca Juga:  Marga Festival Marhen 2024, Wadah untuk Kenalkan Potensi Desa dan Wisata Kecamatan Marga

Sampai saat ini, kata Subagia, belum ada laporan dari masyarakat maupun petugas Puskeswan adanya kejadian dengan gejala klinis Avian influenza. Sementara itu, Populasi unggas di Kabupaten Tabanan tercatat 3.322.496 ekor terdiri dari ayam buras, ayam ras petelur dan ayam ras pedaging. (agn)