PKK Provinsi Bali Turut Berpartisipasi Aktif Wujudkan Visi Pembangunan Pemerintah

PANTAUBALI.COM, Denpasar – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster menyampaikan, PKK sebagai mitra Pemerintah Provinsi Bali turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan visi pembangunan pemerintah Provinsi Bali dengan terus turut melakukan sosialisasi terhadap kebijakan, peraturan dan hasil kerja Pemerintah Provinsi Bali.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Interaktif BAHTERA, Bahagia dan Sejahtera TVRI Bali tentang 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru “Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali”, Rabu (Buda Kliwon, Pahang), 8 Pebruari 2023.

Dirinya berharap masyarakat dapat turut berpartisipasi aktif melalui perannya masing-masing untuk turut membantu pemerintah mewujudkan Visi Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana melalui Bali Era Baru.

Baca Juga:  Alami Kecelakaan Kerja, Kru Kapal Hongkong Dievakuasi Basarnas Bali

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam tahun kelima kepemimpinannya telah menghasilkan 44 tonggak penanda Bali Era Baru yang merupakan hasil kerja nyata Gubernur Bali yang bersinergi dengan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah namun juga berkat dukungan masyarakat.

“Terdapat tiga aspek utama dari 44 tonggak Penanda Bali Era Baru yaitu Manusia, Alam dan Budaya,” ungkap Prof. Damriyasa menjelaskan bagaimana hasil nyata Gubernur beserta jajarannya menata Bali baik secara fundamental dan komprehensif berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Sat Kerthi”, paparnya.

Baca Juga:  Imigrasi Bali Tolak 318 WNA Selama Januari - Maret 2024

Dirinya mengatakan, maka dari itu diperlukan kesabaran seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali Taksu Bali.

“Hal-hal lama yang mungkin hilang atau berubah tergerus baik oleh kemajuan zaman maupun regulasi yang kurang mendukung kita tata kembali, bangkitkan dan perkuat peradabannya,” imbuh Prof. Damriyasa.

Disisi lain Prof. Gelgel Wirasuta menyampaikan bahwa Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali harus diangkat karena merupakan potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bali.

“Kita ini sebenarnya sangat beruntung karena kita diwarisi oleh leluhur mengenai usada-usada tradisional Bali,” ungkap Prof. Gelgel.

Baca Juga:  Triwulan I 2024, Kunjungan Wisatawan ke Bali Capai 1,3 Juta Orang

Ia menambahkan, Bali sebenarnya memiliki potensi sangat besar dalam Bidang Pelayanan Kesehatan Tradisional karena selain telah diwarisi pengetahuan Usada dalam lontar-lontar, namun juga telah didukung dengan tenaga-tenaga Pengusada profesional terdidik dari Universitas Hindu Indonesia (UNHI) dan UHN I Gusti Bagus Sugriwa.

Disamping itu juga telah terdapat ikatan Gotra Pangusada yang merupakan ikatan Pengusada atau Pengobat Tradisional Bali yang telah diakui secara nasional.(AG)