Pantai Kuta Jadi Pilot Project Penanganan Sampah Kiriman

OPD Pemkab Badung membersihkan sampah kiriman di Pantai Jerman belum lama ini.
OPD Pemkab Badung membersihkan sampah kiriman di Pantai Jerman belum lama ini.

PANTAUBALI.COM, Badung – Pemerintah Kabupaten Badung akan menjadikan Pantai Kuta sebagai pilot project atau percontohan perdana untuk kebersihan pantai.

“Kami akan bentuk UPT yang di dalamnya ada Dinas PUPR untuk melakukan pembersihan,” kata Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa belum lama ini.

Ini dipastikan akan menjadi proyek percontohan dalam menangani sampah kiriman yang setiap tahun menghampiri pantai di kawasan itu.

Baca Juga:  Bupati Badung Serahkan SK kepada 1.935 P3K dan 25 PNS Lulusan PKN STAN

Tidak hanya kawasan Pantai Kuta, sampah kiriman juga kerap menghampiri hingga ke pantai Perenenan, Canggu, Kuta Utara.

Adi Arnawa menyampaikan, dalam membuat pilot project ini, leading sektor ada di PUPR Badung. Nantinya, akan diterapkan sistem outsourcing dalam meng-hire tenaga kebersihan.

Ia tidak ingin wisatawan yang datang ke Pantai Kuta disuguhi sampah sehingga proyek ini ditarget segera diterapkan tahun 2023.

“2023 ini kita akan lihat, ini kan karena sudah bergerak, nah karena ini kan tetap berlanjut sampai ke Canggu,” tandasnya.

Baca Juga:  Pemkab Jembrana Ajak Stakeholder Komitmen Bersama Lindungi PMI 

Sebagaimana diketahui, pantai di sepanjang barat Badung mulai dari Sekeh hingga Pererenan, Canggu, Kuta Utara kerap mendapat sampah kiriman.

Tahun ini diawali pada akhir Oktober 2022. Diprediksi sampah akan terus berlanjut hingga Maret-April 2023.

DLHK mengaku hal ini pekerjaan berat karena tenaga kebersihan hanya ada 450 orang, sementara eksavator 3 dan loader 6.

Baca Juga:  Grand Final Pemilihan Duta GenRe Badung 2024

“Dibutuhkan alat banyak sudah teralokasi disana karena alat berat harus gabung misalnya loader dengan loader, loader dengan eksavator begitu, ya cukup gak cukup dibilang cukup ya cukup dibilang kurang ya kurang,” ujar Kepala Dinas DLHK Badung I Wayan Puja. (RH)