Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Terjadi di Tabanan, Disperindag Klaim Akibat Stok di Agen dan Pangkalan Habis

Gas elpiji 3 kilogram kosong di toko sembako di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Gas elpiji 3 kilogram kosong di toko sembako di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung rupanya juga terjadi di Kabupaten Tabanan.

Hal itu diungkapkan oleh Popo (50), salah satu pemilik toko sembako di Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Ia mengatakan, kelangkaan pasokan gas melon sebenarnya telah terjadi sejak akhir tahun 2023 lalu hingga sekarang.

“Saya sudah lama tidak menjual gas elpiji ukuran 3 kilogram, kira-kira sejak sebelum pemilu kemarin karena tidak ada pengiriman dari agen yang biasanya kirim kesini,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).

Popo mengaku, tidak mengetahui penyebab langkanya pasokan gas melon tersebut. Bahkan, akibat kondisi ini ia sendiri harus beralih menggunakan kompor listrik untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Baca Juga:  Berdayakan Seniman dan Kuliner Lokal, Bupati Sanjaya Buka Marga Festival 2024 

“Kalau dihitung-hitung, menggunakan kompor listrik atau kompor gas sama saja. Biayanya tidak jauh berbeda,” akunya.

Sementara itu, pemilik pangkalan gas LPG di Kediri, Tabanan, Nyoman Trice Perdana mengatakan, masih menerima pasokan gas melon dari dari agen dengan jumlah seperti hari biasa yakni 80 tabung per hari.

“Pasokan dari agen masih aman. Namun, memang permintaan akhir-akhir ini semakin meningkat. Kemungkinan itu yang menyebabkan kelangkaan,” ungkapnya.

Trice menyebut, setiap hari ia melakukan pengiriman ke warung-warung di wilayah Kecamatan Kediri dengan harga jual Rp19 ribu per tabung.

Baca Juga:  Momen Hari Raya Idul Adha, Warga LDII Tabanan Ngejot Gulai Kambing

“Biasanya setiap warung saya kasi 20 tabung sekali kirim. Jumlah itu masih sama seperti sebelum-sebelumnya,” akunya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan, Ni Made Murjani, mengklaim di Kabupaten Tabanan tidak mengalami kelangkaan gas melon, baik di tingkat agen hingga di tingkat pedagang eceran.

Namun, jika di lapangan ada kesulitan yang dihadapi masyarakat untuk memperoleh gas melon kemungkinan stok di agen atau pangkalan sedang habis karena jadwal pengiriman yang berbeda-beda.

Baca Juga:  Atasi Stres Warga Binaan, Lapas Tabanan Berikan Layananan 'Teh Rina'

“Di Tabanan tidak ada kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram. Kuotanya untuk Tabanan masih sama yakni 21 ribu setiap bulannya, tidak ada perubahan,” ucapnya.

Murjani menambahkan, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya antisipasi adanya lonjakan permintaan gas melon menjelang hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 17 Juni mendatang.

Salah satunya adalah dengan bersurat ke PT Pertamina Bali Nusra untuk penambahan kuota untuk Kabupaten Tabanan.

“Meski masih dua Minggu lagi, tapi kami sudah bersurat lebih awal,” imbuhnya. (ana)