Pasca WWF ke-10, Polda Bali Ajak Nelayan di Nusa Dua Jaga Kamtibmas

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Konferensi World Water Forum (WWF) ke-10 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, telah diselenggarakan dengan aman dan lancar.

Usai acara tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sebagai langkah nyata, Ditintelkam Polda Bali mengadakan pertemuan dengan Kelompok Nelayan Yasa Segara Bengiat di kawasan Nusa Dua.

Baca Juga:  Terima Laporan Pungli, Unit Pemberantasan Pungutan Liar Badung Lakukan Pengawasan Kantor Samsat

Dalam pertemuan ini, Panit 2 Subdit 2 Ditintelkam Polda Bali Iptu I Ketut Jayana, memaparkan tujuan dari penyelenggaraan WWF serta dampak positif yang dihasilkannya.

“Forum ini menjadi ajang internasional untuk membahas isu-isu air secara global, terutama dalam merumuskan kebijakan tata kelola air dan sanitasi dunia,” ujar Iptu I Ketut Jayana.

Ia menambahkan, pelaksanaan WWF memberikan berbagai dampak positif bagi masyarakat Bali.

“Dampak yang dirasakan masyarakat Bali dengan adanya WWF meliputi dorongan pada pergerakan ekonomi, budaya, pariwisata, dan industri kreatif, serta mengoptimalkan kepentingan nasional lainnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Badung UMKM Week 2024 Batch I, Jadi Ajang UMKM Maju ke Pasar Internasional

Dalam kesempatan tersebut, Iptu I Ketut Jayana mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya Kelompok Nelayan Yasa Segara Bengiat Nusa Dua, untuk mendukung program-program pemerintah dan tetap menjaga situasi kamtibmas di Bali.

“Kami mengajak semua elemen masyarakat, khususnya Kelompok Nelayan Yasa Segara Bengiat Nusa Dua, untuk mendukung program-program pemerintah dan tetap menjaga situasi kamtibmas di Bali,” pungkasnya.

Baca Juga:  Kabupaten Badung Gandeng Pemerintah Pusat Gelar FGD Pengelolan Sumber Daya Air Bawah Tanah

Dengan sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di Bali tetap kondusif, tidak hanya selama berlangsungnya konferensi internasional, tetapi juga di masa-masa mendatang. (ana)