Dewan Tabanan Kawal Rekrutmen P3K Tenaga Pendidik Kontrak dan Honorer  

Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi bersama Sekretaris Komisi 1 Gusti Nyoman Omardani.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi bersama Sekretaris Komisi 1 Gusti Nyoman Omardani.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPDR) Tabanan menegaskan akan mengawal proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tenaga pendidik yang berstatus kontrak dan honorer.

Hal itu disampaikan oleh Komisi I DPRD Tabanan saat menggelar rapat kerja untuk membahas persiapan rekrutmen P3K bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) dan Dinas Pendidikan, Selasa (21/5/2025).

“Tenaga kontrak dan honor akan kami kawal untuk bisa menjadi P3K karena mereka juga mendongkrak kinerja pemerintahan dalam mewujudkan visi dan misi daerah,” ujar Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi.

Baca Juga:  Momen Hari Raya Idul Adha, Warga LDII Tabanan Ngejot Gulai Kambing

Pengawalan ini dilakukan dengan tujuan agar proses rekrutmen P3K untuk tahun 2024 ini bisa berjalan dengan baik. Sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dengan DPRD.

Degan adanya upaya pengawasan tersebut diharapkan tidak ada lagi isu yang muncul di masyarakat terkait masalah pungutan, pembiayaan, dan peluang-peluang pihak luar.

“Kami harapkan tetap adanya koordinasi dan komunikasi dari BKPSDM dan Disdik dalam rekrutmen P3K ini ke depannya, sehingga rekrutmen ini berjalan dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gusti Putu Ngurah Dharma Putra mengatakan, pihaknya sangat membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen dalam proses rekrutmen P3K nanti agar bisa berjalan baik.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Tabanan Minta Dinas Kesehatan Serius Tangani Lonjakan Kasus DBD

“Untuk dapodik berbayar mohon dibantu untuk informasi lebih lengkap dan kerja samanya agar kami bisa menindaklanjutinya dan kami bisa merefleksikan diri dan jabatannya kita akan dipertaruhkan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab,”  ungkapnya. (ana)