Antrean Truk Pengangkut Sampah Mengular di TPA Mandung

Antrian truk pengangkut sampah di TPA Mandung.
Antrian truk pengangkut sampah di TPA Mandung.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Antrean truk pengangkut sampah di TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, masih mengular pada Rabu (22/5/2024).

Ratusan truk itu menunggu giliran untuk masuk ke TPA Mandung untuk membuang sampah.

Hal itu terjadi imbas penutupan TPA Suwung, Denpasar selama perhelatan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali yang digelar pada 18-25 Mei 2024. Pembuangan sampah dialihkan ke Tabanan sejak 17 Mei lalu hingga nanti 25 Mei mendatang.

Sehingga truk-truk itu hampir seluruhnya dari kota Denpasar, baik itu truk milik Dinas LHK, DKP Denpasar dan juga dari pihak swasta.

Di sisi lain, TPA Mandung saat ini masih mengepulkan asap tebal akibat kebakaran yang kembali terjadi pada awal bulan Mei ini.

Baca Juga:  Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Katana Tabrak Pemotor Hingga Tewas

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, menyediakan enam truk tangki untuk membasahi titik api di sisi utara TPA.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinada Giri menyatakan, pemadaman berupa pembasahan terus dilakukan. Sebanyak enam truk tangki yang bekerja. Dua dari pihaknya, empat dari Dinas LH Kabupaten Tabanan.

Bahkan, beberapa hari lalu, dinas pemadam kebakaran Kota Denpasar juga sempat membantu melakukan pemadaman api.

“Kami terus melakukan pembasahan pagi dan sore hari. Dua truk dari BPBD dan empat dari Dinas LH. Ada juga bantuan dari Pemkot Denpasar satu truk,” ujarnya.

Giri mengaku, pembasahan dilakukan tergantung kondisi cuaca. Jika cuaca tidak mendukung maka bisa sampai empat hingga enam tangki. Namun, jika cuaca tidak memungkinkan, maka cukup hanya dua tangki.

Baca Juga:  Momen Hari Raya Idul Adha, Warga LDII Tabanan Ngejot Gulai Kambing

Untuk air pemadaman diambil dari air PDAM Tabanan, di kawasan Pesiapan, Desa Dauh Peken, Tabanan. Sedangkan untuk truk Dinas LH akan mengambil air dari sungai yang ada di depan TPA Mandung.

“Tapi paling tidak sehari bisa dua tangki untuk pagi dan sore,” ungakapnya.

Giri mengakui, aktivitas harian di TPA Mandung saat ini masih fokus pada penataan sampah. Untuk kubangan air yang sebelumnya dibuat, telah tertutup sampah yang ditampung dari Tabanan dan Denpasar.

“Kubangan sudah hilang ditutup sama sampah baru karena penataan. Ada kubangan lagi, tapi nanti. Karena kita fokus ke penataan dahulu kemudian kubangan,” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko untuk Percepatan Proyek Strategis Nasional

Sebelumnya, Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan Lumpur Tinja TPA Mandung I Wayan Atmaja mengungkapkan, pengirimanan sampah dari Kota Denpasar sudah dilakukan sejak tanggal 17 Mei lalu atau sehari sebelum perhelatan WWF di Bali.

“Pengiriman rencana dilakukan sampai tanggal 25 Mei nanti,” ujarnya.

Adapun rata-rata pengiriman sampah dari Kota Denpasar sekitar 144 truk per hari. Satu truk bisa mengangkut hingga 8 meter kubik sampah.

Sedangkan khusus untuk wilayah Tabanan, dalam sehari menerima dari pihak swasta mencapai 20 truk dan dari DLH 40 truk dengan ukuran yang sama yakni 8 kubik.

“Sampah-sampah yang dikirim kesini (TPA Mandung) dibuang di sebelah Timur TPA,” ungkapnya. (ana)