Rumah Tempat Servis Peralatan Elektronik di Tabanan Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp200 Juta

Kondisi rumah milik warga di Banjar Bangkinang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan terbakar pada Rabu (9/5/2024) sore.
Kondisi rumah milik warga di Banjar Bangkinang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan terbakar pada Rabu (9/5/2024) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah rumah milik warga di Banjar Bangkinang Sidem, Desa Gunung Salak, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan ludes terbakar. Insiden kebakaran ini terjadi pada Rabu (8/5/2024) sekitar pukul 15.30 WITA.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, rumah milik I Gusti Agung Made Subandia (58) tersebut diduga terbakar akibat korsleting arus listrik dari salah satu kamar rumah yang juga digunakan sebagai tempat service peralatan elektronik.

“Rumah tersebut memang digunakan sebagai tempat service peralatan elektronik dan saat terbakar tidak ada yang menempati,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (9/5/2024).

Baca Juga:  Dua Kecamatan di Tabanan Dirancang Jadi Kawasan Terintegrasi Perkebunan dan Pariwisata

Berata menjelaskan, saat kejadian korban pemilik rumah sedang berada di rumahnya yang jaraknya 200 meter dari rumah terbakar.

Korban mendapat informasi bahwa rumahnya terbakar dan mengeluarkan kepulan asap oleh saksi bernama Kadek Adi Setiawan. Mereka lantas bersama-sama menuju tempat kejadian untuk mengecek.

Sesampai di TKP, korban melihat api sudah membesar dan dengan bantuan warga masyarakat berusaha memadamkan api mempergunakan peralatan seadanya.

“Kemudian sekitar 1,5 jam proses pemadaman api, datang dua unit mobil pemadam kebakaran dan berhasil memadamkan api,” ucapnya.

Baca Juga:  Hingga Pertengahan 2024, Aktivasi IKD di Tabanan Hanya 5.064 Orang

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, korban mengalami kerugian material mencapai Rp200 juta, sebab salah satu kamar yang diduga sebagai sumber api merupakan tempat menyimpan peralatan elektronik yang sedang diservis.

“Korban mengiklaskan kejadian tersebut sebagai musibah,” imbuhnya. (ana)