Momen Idul Fitri di Lapas Tabanan, Warga Binaan Berkumpul Bersama Keluarga

Warga Binaan di Lapas Tabanan diberi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga tanpa diberikan sekat saat Idul Fitri.
Warga Binaan di Lapas Tabanan diberi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga tanpa diberikan sekat saat Idul Fitri.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 2024 kali ini menjadi momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Tidak terkecuali untuk seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan.

Bagaimana tidak, bertepatan dengan cuti bersama Idul Fitri pada Rabu (10/4/2024), mereka diberi kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga tanpa diberikan sekat seperti kunjungan pada hari biasa.

Mereka bisa bercengkrama tanpa pembatas dengan keluarga inti seperti orang tua kandung, istri serta anak kandung.

Baca Juga:  Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Desa Bantiran Pupuan Ditemukan di Buleleng

Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan Muhamad Kameily mengungkapkan, kegiatan kunjungan keluarga ini diberikan bagi seluruh warga binaan baik yang beragama Islam maupun non-Islam. Setidaknya ada 173 orang warga binaan yang saat ini ada di Lapas Tabanan.

“Meskipun ini momen Idul Fitri tetapi kami juga memberikan kesempatan kepada WBP yang non-Muslim juga memperoleh perlakuan yang sama. Ini tentunya merupakan toleransi antar umat beragama yang ada di Lapas Tabanan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mantan Presiden Hungaria János Áder Kagumi Keindahan Terasering Jatiluwih Tabanan

Ia menjelaskan, kegiatan kunjungan ini dilaksanakan setelah melalui rapat internal dengan jajaran pejabat struktural di Lapas. Disamping itu juga dengan memperhitungkan berbagai macam pertimbangan.

“Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar, kami juga telah menyiapkan petugas-petugas yang akan bertugas pada kegiatan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga binaan yang mendapat kunjungan dari keluarganya, Imam mengaku sangat senang bisa merayakan hari lebaran bersama dengan anak dan istrinya.

“Saya sangat gembira karena di hari kemenangan ini saya dapat berkumpul dan bercengkerama dengan anak dan istri. Meskipun merayakan Hari Raya Idul Fitri di dalam Lapas, dengan diberikannya kunjungan ini setidaknya dapat mengobati kerinduan saya pada anak dan istri,” ucapnya. (ana)