Gerakan Panen Padi Raya di Subak Gadon I Kediri Tabanan

Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).
Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan ketahanan pangan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).

Dimulai sejak pagi hari, kegiatan dihadiri langsung oleh PJ. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, Sekda dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri dan Direktur Perumda Dharma Santhika Tabanan, juga diikuti oleh Perbekel Desa Pandak Gede, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Kediri dan Pekaseh Subak Gadon I.

Panen yang berlangsung, menggunakan Varietas padi baru, yakni Inpari Nutri Zinc, yang dinyatakan memiliki kandungan unsur Zn (Zinc) lebih tinggi daripada varietas beras lainnya.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Dukung Partisipasi Atlet Vovinam dalam Kejuaraan Internasional di Vietnam

Dengan unsur Zinc yang lebih tinggi, di mana zat ini merupakan unsur vital untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi, serta sangat berpengaruh terhadap kekuatan sistem imun, meningkatkan daya tahan tubuh, produktivitas dan kualitas hidup manusia, menjadikan varietas ini menjadi beras yang mampu mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Panen raya ini mendapat apresiasi yang baik dari Jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Menurut PJ. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra, Panen Raya menjadi bukti kerja keras, dedikasi dan kerjasama yang luar biasa dari anggota kelompok tani.

“Panen Raya kali ini diharapkan dapat mendorong dan memberi semangat kepada petani untuk terus lebih giat menanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan dan mampu mengendalikan inflasi terhadap salah satu komoditas bahan pangan, khususnya beras di tengah masyarakat demi terwujudnya ketahanan pangan nasional,” sebutnya.

Apresiasi tersebut juga didukung oleh keterangan dari Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang saat itu menekankan, bahwa produktivitas varietas ini terbukti lebih tinggi dibandingkan varietas yang lain.

Baca Juga:  TPA Mandung Masih Kepulkan Asap Tebal Jelang Tampung Sampah dari Denpasar

Di kesempatan yang sama, menyampaikan Sambutan Bupati Tabanan, Gede Dalem Trisna Ngurah menyampaikan, sesuai dengan Visi dan Misi Tabanan Era Baru, di mana bidang prioritas yang mendapat perhatian yakni terkait penguatan sandang pangan dan papan. Sektor pertanian menjadi sangat penting, sebab pertanian adalah rohnya kabupaten Tabanan yang sangat identik dengan lumbung padi di Provinsi Bali.

“Atas dasar itulah, saya minta kepada seluruh jajaran perangkat daerah yang bersentuhan dengan pertanian dapat secara bersungguh-sungguh mengelola bidang ini dengan sebuah spirit baru yaitu tidak hanya mempertahankan sebuah predikat sebagai lumbung padinya Bali, tetapi juga mampu melangkah lebih jauh, melalui sebuah terobosan dalam mendorong pertanian modern bersekala besar,” paparnya.

Baca Juga:  Warga Desa Bantiran Pupuan Dilaporkan Hilang Usai Pamit Pergi ke Kebun

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Balii atas fasilitas dan bantuan yang diberikan khususnya dalam sektor pertanian guna meningkatkan produktifitas padi.

“Kita berharap, dengan harga beras yang stabil, kedepannya kehidupan para petani mejadi lebih terjamin dan melalui gerakan panen padi serentak ini juga bisa meningkatkan giat anggota Subak Gadon I untuk bertani dan menghasilkan produk tani yang melimpah serta memberikan pengaruh positif terhadap kestabilan harga beras di pasaran,” jelasnya lebih lanjut. (rls)