Jenazah Pendaki di Puncak Gunung Agung Berhasil Dievakuasi, Diduga Meninggal Karena Hipotermia

Proses evakuasi Alexander Bimo Haryotedjo, koban meninggal di Puncak Gunung Agung, Karangasem.
Proses evakuasi Alexander Bimo Haryotedjo, koban meninggal di Puncak Gunung Agung, Karangasem.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Jenazah korban meninggal di Puncak Gunung Agung, Karangasem akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan pada Kamis (14/3/2024).

Sekitar pukul 07.12 WITA jenasah korban yang diketahui bernama Alexander Bimo Haryotedjo (60) asal Desa Bongsari, Semarang Barat, Jawa Tengah tersebut tiba di Pos Pengubengan. Selanjutnya jenazah dibawa menuju RSUD Karangasem.

Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Wayan Suwena mengatakan, proses evakuasi berlangsung cukup lama akibat terkendala cuaca sehingga petugas mengalami kesulitan. Waktu yang dibutuhkan untuk mengevakuasi korban dari puncak menuju Pos Pengubengan mencapai 12 jam.

Baca Juga:  TPA Mandung Masih Kepulkan Asap Tebal Jelang Tampung Sampah dari Denpasar

“Untuk kenda yang dialama tim selama proses evakuasi yakni adanya badai, longsoran batu, pohon tumbang sehingga sangat menghambat evakuasi,” ujarnya, Kamis (14/3/2024).

Wayan Suwena mengungkapkan, korban diketahui memulai pendakian dari Pura Pengubengan sebab kendaraan korban ditemukan di dekat pura. Untuk dugaan sementara korban meninggal karena mengalami hipotermia dan ditambah kondisi cuaca yang buruk.

Baca Juga:  Pemilik Lupa Matikan Kompor, 2 Unit Dapur di Denpasar Ludes Terbakar

“Karena korban mendaki sendiri dan badai, kemungkinan korban meninggal karena hipotermia,” ungkapnya.

Selama proses evakuasi melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Samapta Polda Bali, Brimob Polda Bali, Polres Karangasem, Polsek Rendang, Intel Kodim 1623 Karangasem, Babinsa Rendang, Babinsa Besakih, BPBD Karangasem, pemandu lokal, Persatuan Pemandu Pasar Agung Selat dan msyarakat setempat.

Diberitakan sebelumnya, seorang pendaki Warga Negara Asing (WNA) menemukan mayat di Puncak Gunung Agung pada ketinggian sekitar 2833 Mdpl, Selasa (12/3/2024).

Saat ditemukan, mayat tersebut menggunakan jaket dan celana panjang hitam, rambut beruban dan membawa tas hijau. Korban sempat dikira WNA.

Baca Juga:  Warga Desa Bantiran Pupuan Dilaporkan Hilang Usai Pamit Pergi ke Kebun

Tidak ada yang mengetahui kapan korban memulai pendakian di Gunung Agung, sebab sebelumnya sudah ada larangan untuk melakukan pendakian dari pemerintah setempat. Larangan tersebut berkenaan adanya upacara keagamanan ‘Ida Batara Turun Kabeh’. Penemuan tersebut lantas dilaporkan dan Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. (ana)