Pemkab Badung Rakor Persiapan Pelaksanaan Upacara Melasti dan Tawur Agung Kesanga

Wabup Ketut Suiasa saat memimpin Rakor Persiapan Pelaksanaan Upacara Melasti serta Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 di Ruang Rapat Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (11/1/2023). 
Wabup Ketut Suiasa saat memimpin Rakor Persiapan Pelaksanaan Upacara Melasti serta Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 di Ruang Rapat Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (11/1/2023). 

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Upacara Melasti serta Tawur Agung Kesanga Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1946 bertempat di Ruang Rapat Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (11/1/2024).

Pelaksanaan Tawur Agung Kesanga akan dilaksanakan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Wabup Suiasa seusai pelaksanaan rapat koordinasi menerangkan, rakor persiapan ini membahas beberapa kegiatan bersama sejumlah pihak agar di Badung agar seluruh rangkaian brata penyepian dapat berjalan dengan tertib, aman, khusyuk, nikmat dan berkualitas.

Kelancaran dari proses penyelenggaraan ini menjadi komitmen bersama agar setiap tahun dapat meningkatkan kualitasnya. Baik kualitas dari umat menyelenggarakannya, maupun moralitas bagi umat yang lain sebagai wujud toleransi terwujudnya seluruh rangkaian Nyepi.

“Bagian terpenting yang menjadi usulan kita sekarang adalah serangkaian kegiatan kita akan melaksanakan brata penyepian, dan di bulan Februari kita akan melaksanakan kewajiban kenegaraan yakni pemilihan presiden dan pemilu legislatif,”

Baca Juga:  Gandeng 24 UMKM Lokal, Pemkab Badung Gelar ‘Jumat Ceria'

“Dikaitkan dengan pelaksanaan kegiatan di Badung, pembuatan ogoh-ogoh di balai banjar kita sepakati bahwa penggunaan balai banjar sebagai TPS sebagai prioritas utama. Di satu sisi, diatur sedemikian rupa agar dapat berjalan seirama dan berjalan dengan sebaik-baiknya, agar tidak mengganggu baik penyelenggaraan pemilu maupun pembuatan ogoh-ogoh,” ujarnya.

Wabup Suiasa melanjutkan, dalam pelaksanaan ogoh-ogoh di Badung akan dilaksanakan penilaian, pembuatannya  maupun parade dan sebagainya. Sedangkan untuk di desa akan diserahkan ke masing-masing desa, dan disesuaikan dengan kondisi yang ada di desa adat masing-masing.

Baca Juga:  Sekda Badung Buka RAT Koperasi Sari Sedana Artha

“Kami meminta dalam melaksanakan lomba atau parade ogoh-ogoh diupayakan untuk tidak menggunakan jalan utama, sehingga demikian desa adat dapat membuat rekayasa lalu lintas bekerjasama dengan pihak kepolisian dan untuk waktu maksimal pukul 22.00 Wita. Dengan demikian tidak ada sampai larut malam. Nanti desa adat setempat dapat mempersiapkan  berdasarkan jumlah, durasi waktu yang sudah di rekayasa sedemikian rupa harapannya dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya sudah mengimbau kepada semua pihak baik bendesa adat, perbekel, babinsa, dan bhabinkamtibmas di seluruh desa di Badung agar melaksanakan komunikasi dan koordinasi dengan pihak pengusaha, sehingga semua mempunyai komitmen dalam pelaksanaan seluruh rangkaian brata penyepian di Badung ini berjalan khidmat, khusyuk, tertib,aman, dan nyaman.

Baca Juga:  Posyankumhamdes Kemenkumham Bali Jadi Solusi Mediasi Masalah Hukum di Desa

“Sehingga tidak terjadi kasus-kasus atau hal-hal yang akan mengganggu kesucian, kenikmatan, kenyamanan, dan keamanan. Kita kawal Badung ini menjadi daerah yang memiliki toleransi tinggi, menjadi role model yang dilihat wisatawan dan perhatian bagi dunia luar,” tutup Wabup Suiasa.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut antara lain Kadisbud I Gde Eka Sudarwitha, perwakilan MDA Kabupaten Badung, Perwakilan Forkopimda Kabupaten Badung, perwakilan PHDI Badung, perwakilan KPU Badung, Ketua Yowana Kabupaten Badung.  (rls)