Pj. Gubernur Bali Hadiri Rakornas Kementerian Kelautan dan Perikanan

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2023 di Hotel The Sakala Resort Bali, pada Kamis (7/12/2023) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan pertumbuhan ekonomi Bali kembali bangkit setelah terkontraksi sangat dalam pada saat Pandemi COVID-19, pada Tahun 2020: -9,33% y-o-y, Tahun 2021 membaik menjadi: -2,47% y-o-y, dan pada Tahun 2022 reborn menjadi: 5,01% y-o-y, selanjutnya pada Tahun 2023 sampai dengan  triwulan ke-3 mencapai 5,35 % y-o-y.

Provinsi Bali dengan luas perairan laut sekitar 9.634,35 km², memiliki keanekaragaman sumber daya kelautan dan perikanan, seperti:  1) Potensi perikanan budidaya baik budidaya air tawar,  air payau maupun air laut;  2) Potensi perikanan tangkap;  3) Potensi produk hias laut;  4) Pergaraman tradisional;  5) Konservasi sumber daya kelautan dan perikanan; serta  6) Ekowisata bahari.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Tunjukan Kolaborasi dalam Musrenbangkab dan Tiga Tahun Kepemimpinan Jaya Wira

“Kami laporkan komoditas ekspor terbesar Bali pada Tahun 2023 sampai bulan November, adalah dari sektor kelautan (Ikan, Krustasea, dan Moluska) mencapai US $ 15,25 Juta,” jelasnya.

Beberapa hal yang menjadi isu strategis pada sektor kelautan dan perikanan di Bali, diantaranya yakni masih belum optimalnya pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu juga masih belum optimalnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan dalam menunjang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto).

Baca Juga:  DPRD Tabanan Dukung Kreativitas Yowana Melalui Festival Ogoh-Ogoh Singasana

“Produksi produk olahan hasil perikanan masih terbatas; dan  Kesejahteraan nelayan masih rendah (Nilai Tukar Nelayan pada Bulan November 2023, sebesar 97,50 lebih rendah dari pada Bulan Oktober 2023, sebesar 100,64),” terangnya.

Lebih lanjut, Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2023 ini, sangat strategis untuk merumuskan, menyelaraskan, mengkoordinasikan dan mempertajam program prioritas bidang kelautan dan perikanan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Semoga kegiatan ini dapat mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera dan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Semoga di sela kegiatan Rakornas bisa menikmati destinasi wisata yang ada di Bali,” imbuhnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia merupakan Negara Maritim yang memiliki potensi kelautan sangat besar. Adanya interaksi sosial antara manusia dengan ekosistem laut dan pesisir sering mengakibatkan terjadinya degradasi dengan potensi dan tantangan implementasi ekonomi biru menjadi landasan kebijakan untuk mewujudkan keseimbangan aspek ekologi dan aspek ekonomi secara seimbang dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Tiga Calon Dirut Perumda Tribhuwana Jembrana Jalani Tes Wawancara Akhir

“Ekonomi biru merupakan kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan Indonesia yang menjadikan ekologi sebagai panglima pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” terangnya.