Kurangi Warga Buang Sampah Sembarangan, Pokdarwis Desa Tegal Jadi Budidaya Ikan di Selokan

Ikan Karper yang dibudiayakan Pokdarwis Taman Griya di saluran irigasi Subak Pengembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan.
Ikan Karper yang dibudiayakan Pokdarwis Taman Griya di saluran irigasi Subak Pengembungan, Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Taman Griya di Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga, Tabanan, melakukan budidaya ikan di selokan.

Ribuan ikan jenis Karper dan Nila disebar di selokan sebelah Utara Kantor Desa Tegal Jadi hingga parit di sekitar Subak Pengembungan.

Hal itu bertujuan untuk mengurangi kebiasaan masyarakat sekitar membuang sampah sembarangan serta penyetruman ikan. Selain itu, inisiasi budaya ikan di selokan juga berdampak pada semakin efektifnya pengolahan sampah melalui program bank sampah yang dimiliki desa.

Baca Juga:  Banteng Tabanan Tak Gentar Hadapi Partai Koalisi Indonesia Maju di Pilkada 2024

“Budidaya ikan ini telah kami lakukan selama 1,5 tahun. Dan hasilnya masyarakat yang membuang sampah di sungai sangat menurun drastis,” ujar Kelian Dinas sekaligus Koordinator Lapangan Pokdarwis Taman Griya I Putu Suarsana, Sabtu (2/9/2023).

Ia menjelaskan, Pokdarwis Taman Griya ini menjadi pionir untuk menjaga kebersihan dengan berkoordinasi bersama masyarakat, sehingga seluruh elemen masyarakat tergabung disana mulai dari Perbekel, Kepala Kewilayahan, Bendesa Adat, hingga Kelian Banjar.

Baca Juga:  Dampak Perhelatan WWF Ke-10 di Bali, DTW Tanah Lot Alami Lonjakan Kunjungan 

Dalam proses budidaya ikan ini, Desa Tegal Jadi yang terdiri dari tiga desa adat yakni Desa Adat Pengembungan, Desa Adat Adeng dan Desa Tegal Jadi memiliki pararem atau awig-awig. Bila ada masyarakat yang kedapatan mencuri ikan maka akan dikenakan sanksi.

“Jika ada masyarakat yang sengaja menangkap ikan akan didenda senilai harga ikan yang ditangkap dan diberi surat peringatan. Dan selama ini belum ada masyarakat yang mencuri,” paparnya.

Baca Juga:  Petugas Geledah Blok Hunian Napi Lapas Tabanan dan Lakukan Tes Urin, Ini Hasilnya

Suarsana menambahkan, pihaknya telah melakukan dua kali panen selama 1,5 tahun budidaya berlangsung. Pembibitan juga dilakukan sendiri oleh kelompok.

“Untuk penjualan (ikan) hanya diperuntukkan bagi masyarakat desa dengan cara diumumkan di masing-masing grup media sosial banjar. Jadi kami tidak sampai menjual keluar desa,” imbuhnya.

Pihaknya pun berharap, kedepannya di setiap sungai atau selokan yang ada di Desa Tegal Jadi bisa dijadikan tempat budidaya ikan. (ana)