Kopi Kultura di Tabanan, Usung Konsep Industrial, Angkat Potensi Produk Lokal

Kedai Kopi Kultura menjadi tempat favorit para remaja.
Kedai Kopi Kultura menjadi tempat favorit para remaja.

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Bisnis coffee shop semakin menjamur di Indonesia dan Bali khususnya. Pemilik usaha berlomba menerapkan konsep bisnis unik dan kreatif untuk menarik minat konsumen menyeruput kopi dengan sensasi berbeda.

Barista meracik kopi dan menu minuman serta kentang goreng.
Barista meracik kopi dan sajian menu minuman serta kentang goreng.

Salah satunya Kopi Kultura di Kabupaten Tabanan. kedai yang lokasinya cukup strategis di tengah kota ini mengusung konsep industrial.

Ketika masuk, konsumen disambut dengan nuansa dinding abu-abu dipadukan warna coklat pada meja dan kursi di beberapa titik sehingga menambah kesan elegan.

Baca Juga:  Grand Final Pemilihan Duta GenRe Badung 2024

Ditambah lagi beberapa lampu gantung dan foto di dinding semakin mempercantik kedai. Di halaman belakang, terdapat taman dengan suasana asri.

Wisnu Yoga (32) selaku pemilik usaha menuturkan, Kopi Kultura sendiri diambil dari kata “Kultura” atau “Culture” yang berarti budaya.

Konsep bisnisnya mengangkat budaya pertanian (holtikultura) dengan mengenalkan produk kopi khas Tabanan, tepatnya dari daerah Pupuan dan Batukaru.

Dengan mengangkat potensi produk lokal, Wisnu Yoga berharap petani dapat tumbuh dan berkembang.

Baca Juga:  Diduga Sopir Ngantuk, Mobil Pikap Terperosok ke Got di Jalur Denpasar-Gilimanuk 

“Menu andalan di sini es kopi karamel. Campurannya kopi ditambah lemon, sirup dan karamel untuk menambah rasa manis,” tutur Wisnu Yoga saat ditemui di tempat usahanya, Senin (20/2/2023).

Kopi Kultura yang berdiri sejak Desember 2020 tidak hanya menawarkan menu berbahan dasar kopi.

Bagi pengunjung terutama kaum remaja yang tidak terlalu suka kopi, es lemon tea dan milk shake bisa menjadi pilihan dengan harga Rp10 ribu sampai Rp20 ribu.

Baca Juga:  Libur Lebaran, Polres Tabanan Tingkatkan Pengamanan Objek Wisata

Ada juga berbagai makanan seperti mie goreng, burger, kentang goreng, hingga cemilan lain seperti pisang goreng, bakwan keladi, dan masih banyak lagi tentunya dengan harga yang pas di kantong.

“Omzet bisa mencapai Rp 20 juta sampai Rp30 juta per bulan,” katanya. (ana)