Dirumahkan Dari Kapal Pesiar, Lolik Terjun Bertani Gonde

TABANAN – Pantaubali.com – Pantang menyerah,mungkin kata tersebut tepat disematkan ke Komang Lolik (32) Lelaki asal Bajar Adat Menalun, Bajar Dinas Lod Dalang, Desa Kukuh, Tabanan.Meskipun di rumahkan bekerja di Kapal pesiar sejak pandemi menerpa, tidak membuat Lelaki yang sempat mengenyam pendidikan di STP Nusa Dua, Badung ini larut dalam keterpurukan.Akan tetapi,malah semangat dan optimis dalam menjalankan kehidupan saat ini maupun kedepan.

Guna menyambung hidup di tengah Pandemi Lelaki yang sempat menjadi Casino Dealer di Singapore selama 3 tahun ini akhirnya mencoba terjun dan menekuni sektor Pertanian dengan menanam tanaman jenis sayur Gonde.

“Ya,saya di rumahkan bekerja di Kapal Pesiar sejak Maret 2020 dengan posisi saat itu sebagai water,” jelasnya,Jumat,(2/7).

Baca Juga:  Delegasi WWF Kagumi Sistem Irigasi Subak dan Varietas Beras Merah Cendana Jatiluwih

Sejak di pulangkan Lelaki ramah ini sempat bingung mau mengerjakan apa agar mampu bertahan hidup serta menghidupi anak dan istri.Di tengah kebinggungan tersebut akhirnya terbesit ide mencoba terjun mengolah lahan pertanian meskipun dengan pengetahuan yang benar-benar minim.

“Pulang pesiar Maret, hanya diam bingung mau buat apa dan tanpa punya pendapatan.Kebetulan masih memiliki lahan sawah seluas 15 Are yang akhirnya itu yang diolah.Langkah tersebut diambil dikarenakan, saya sangat pantang mengemis,” katanya.

Baca Juga:  Momen Meliang-Liang Tingkatkan Kebersamaan Pegawai Pemkab Tabanan

Tanaman dipilih berjenis Gonde.Tanaman tersebut pilihan dikarenakan, permintaan pasar masih terbuka lebar sampai saat ini.

“Sempat mencoba menanam Padi akan tetapi karena biaya tanam besar, akhirnya beralih mencoba menanam gonde.Sedangkan untuk proses panen gonde lebih cepat 17 hari saja.Meskipun sempat awalnya gagal mencoba dan setelah dijalankan ternyata permintaan pasar ada juga,”ujarnya.

Baca Juga:  Delegasi WWF Ke-10 dari Tiongkok Kunjungi DTW Jatiluwih

Jika dilihat keuntungan diperoleh bisa dikatakan lumayan, jika dikalkulasi dalam sehari misalnya, mampu menjual Rp 70 ribu atau dalam tiga hari sekali bisa menjual Rp 120 sampai 150 ribu Gonde.

“Per 13 ikat saya jual Rp 10 ribu dengan sistem pemasaran secara partai maupun pengepul karena, lebih efisien sistem tersebut.Sebelumnya di jual ke pasar tradisional Mengwi,Badung,” cetusnya.

Menurut Dirinya saat ini sangat menikmati menjadi petani.Malah Lolik sampai saat ini belum memiliki kepikiran balik ke Kapal Pesiar lagi.