Ribuan Umat Hindu Tangkil Di Pujawali Jelih, Pura Luhur Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Ribuan umat Hindu menghadiri pujawali jelih di Pura Luhur Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu ( 9 Januari 2019).
Para pemedek sejak pagi hari sudah berdatangan ke Pura Tanah Lot, mereka berasal dari berbagai daerah di Bali.  Antrean kendaraan sudah terlihat sejak siang hari hingga sore hari. Piodalan di Tanah Lot ini juga bersamaan dengan Pura Batu Bolong dan Pura Penataran di kawasan DTW Tanah Lot.
Selain pemedek, wisatawan pun memadati kawasan DTW Tanah Lot,  mereka  mendapatkan kesempatan menyaksikan piodalan dan para pemedek yang hendak mengaturan bakti ke Pura Luhur Tanah Lot.
Menurut pihak pengempon I Ketut Toya Adnyana yang juga sebagai Manajer Operasional DTW Tanah Lot,  pujawali saat ini termasuk Pujawali Jelih. Dipuput oleh dua Sulinggih yakni Ida Pedanda dari Griya Pasekan Tabanan dan Ida Pedanda dari Griya Menesa Kediri.
Turut hadir dalam prosesi tersebut dari Puri Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan, Puri Kediri, serta Pengempon Pura Luhur Tanah Lot. “Pujawali jelih sudah dimulai dari sebelum Hari Raya Kuningan,” jelasnya.
Dikatakanya, momen pujawali jelih ini menjadi momen terindah bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Mereka rela menunggu seharian untuk bisa mengabadikan moment yang paling digemari wisatawan asing ini. “Wisatawan sangat antusias melihat langsung prosesi keagamaan di DTW Tanah Lot,”ujarnya.
“Untuk pemedek lokal biasanya kebanyakan berdatangan satu hari sebelumnya atau saat pujawali antara pukul 04.00 – 06.00 pagi harinya, karena pas itu air laut sedang surut-surutnya”, tambahnya. Kegiatan biasanya mencapai puncak keramaian saat sore sampai malam hari. “Disini kita juga dibantu oleh teruna teruni dari Desa Pekraman Beraban yang ngaturang ayah secara bergilir.
Mereka sudah mulai ngayah dari sebelum Hari Raya Kuningan sampai nanti mesineb tanggal 12 Januari 2019.  Jadi dari masing-masing banjar adat di Desa Pekraman Beraban, secara bergiliran sekaa teruna teruninya ngaturang ayah di Pura Luhur Tanah Lot. Biasanya mereka secara bergilir dari pagi sampai malam hari”, jelasnya.
“Selain itu jika air laut sedang pasang, pihak panitia akan memasang tali sepanjang area beji fungsinya untuk membantu pemedek yang akan bersembahyang ke luhur ataupun yang akan mepamit selesai bersembahyang. Dan juga kita menyiapkan rubber boat untuk antisipasi”, tambahnya.
Sementara satu hari sebelumnya, atau Selasa 8 Januari 2019 dilaksanakan upacara “Ngebejian” di Beji Kaler Pura Luhur Tanah Lot. Upacara itu dilaksanakan pukul 15.00 wita, untuk menyucikan atau membersihkan semua “pratima” (benda sakral) yang akan dipakai dalam piodalan besoknya dengan air suci dari Beji (sumber air suci) di Pura Luhur Tanah Lot. Pujawali akan nyejer sampai hari Sabtu tanggal 12 Januari 2019.
Baca Juga:  Libur Lebaran, Polres Tabanan Tingkatkan Pengamanan Objek Wisata