Wagub Cok Ace Harap Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dan Masterplan Ulapan Mampu kembalikan Pariwisata Bali menuju Quality Tourism

11

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengharapkan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan yang dikembangkan kementerian Bappenas dan Pemerintah Daerah Bali, mampu mengembalikan konsep pembangunan dan pariwisata Bali ke ‘marwah-nya’.

“Konsep pembangunan Bali yang kita lihat sekarang sudah mulai keluar dari konsep dasarnya, konsep-konsep dasar yang berasal dari pemikiran-pemikiran luhur bagaimana membangun Bali yang kokoh dari berbagai sisi,” tandas Wagub saat memberikan keterangan pers seusai peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan pada Jumat (3/12) di Three Mountains, Kura Kura Bali, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini menilai kontraksi perekonomian Bali yang luar biasa karena dampak pandemi menunjukkan bagaimana rapuhnya pariwisata Bali yang jadi sektor penopang bahkan hingga 70 persen perekonomian Bali baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Ini terjadi karena konsep pariwisata Bali selama ini tidak dibangun oleh orang Bali sendiri dan dalam hal ini pemerintah daerah Bali. Sehingga banyak terjadi paradoks-paradoks yang luar biasa atas sektor, khususnya di bidang pertanian.Untuk itu saya berterimakasih kepada pihak Kementerian Bappenas yang memberikan perhatian khusus yang luar biasa kepada Bali dan Ubud khususnya, sebagai sentra tumbuhnya pariwisata Bali di era 1930an,” imbuhnya lagi.

Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan (Ubud-Tegallang-Payangan) disebutkan Wagub Cok Ace yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Bappeda Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, merupakan konsep pembangunan budaya Bali yang lahir dari alam dan budaya Bali. Konsep ini adalah salah satu langkah mewujudkan pariwisata berkualitas di Bali yang berbasis pada kekayaan budaya secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Prov Bali Berharap, Generasi Muda Siap Menjadi Pemimpin di Masa Depan

Dilanjutkan Wagub, meskipun sektor-sektor lain akan terus dikembangkan dan dipacu untuk bisa perlahan sejajar dengan sektor pariwisata, bukan berarti lantas sektor tersebut akan ‘dilupakan’.
“Malah sektor pariwisata akan kita tekankan untuk menuju quality tourism, sustainable tourism yang diarahkan untuk tidak menghancurkan bahkan membunuh ‘ibu kandungnya’ sendiri yakni alam dan budaya Bali,” tuturnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN atau Bappenas, Ibu Amalia Adiniggar Widyasanti menjelaskan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan, adalah salah satu tugas kementerian Bappenas yang disusun karena pasca covid-19 ekonomi Bali harus bertransformasi.

“Kita menyusun transformasi Indonesia yang tentunya harus didukung transformasi ekonomi di provinsi,” tukas Amalia. Mengapa Bali yang pertama? Karena selama ini Bali yang terkontraksi paling dalam dibandingkan provinsi lain dan ekonomi bali berdasarkan pengalaman kita sangat rentan gejolak eksternal.

Artinya dilanjutkan Amalia, ada kesalahan mendadar dari struktur perekonomian Bali yang harus segera ditata dan dibenahi menajdi ekonomi yang lebih resilien dan berkelanjutan.

“Jadi kita betul-betul menuju Bali dengan wajah baru dan berdaya tahan,” tandasnya.

Dirinya menjelaskan enam strategi besar Transformasi Ekonomi Bali adalah: Bali Pintar dan Sehat, Bali Produktif, Bali Hijau, Bali Smart Island, Bali Terintegrasi, dan Bali Kondusif. Proses penyusunan Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh dan Sejahtera berlangsung sejak April 2021 dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mencakup Pemerintah Provinsi Bali, Bappeda Provinsi Bali, Badan Riset dan Inovasi Bali, hingga masyarakat, melalui serangkaian focus group discussion dan proses analisis yang mendalam.

“Jadi ini merupakan sinergi kita dan kebetulan konsep yang disusun Bapak Gubernur dan pemerintah Provinsi Bali sejalan dengan konsep kita,” katanya lagi.

Baca Juga:  Hut Pengwil INI Bali ke 144, Anggota Diharapkan Lebih Profesional Memberi Pelayanan ke Masyarakat

Sementara itu Deputi Bidang Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Prawiradinata menjelaskan bahwa Master Plan Ulapan adalah salah satu langkah mewujudkan pariwisata berkualitas di Bali yang berbasis pada kekayaan budaya secara berkelanjutan. Dirinya menjelaskan ada tiga zonasi di Kawasan Ulapan yang akan dikembangkan yakni Ubud, Tegallang dan Payangan.

“Disanalah selama ini kental dengan pariwisata budaya, bagaimana sekarang kita optimalkan pertanian, lingkungan dan pariwisata sehingga ketergantungan atas pariwisata bisa berimbang,” papar Rudy.

Disampaikannya pula, pihak Pemerintah pusat juga ingin ekonomi tetap tumbuh melaui keseimbngan yang akan dibangun lewat masterplan Ulapan tersebut.

“Untuk itu kita coba zonasikan, karena setiap wilayah punya keunikan masing-masing, ada kelebihan masing-masing. Kita juga pastikan wisata yang sustainable itu seperti apa. Pariwisata bisa berkembang namun lingkungan juga tetap terjaga,” Urainya.

Rudy pun memastikan tahapan-tahapan dalam masterplan tersebut akan segera dijalankan di lapangan sehingga hasilnya bisa dilihat dalam waktu dekat.

“Sesuai arahan presiden harus segera ekskusi, kami akan bekerja bersama pemerintah daerah karena pemda yang tahu persis isu masalah dan juga bagaimana penerapan masterplannya.

Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali Menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera serta Master Plan Pengembangan Kawasan Pariwisata Ulapan tersebut ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden yang didampingi Menteri Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Gubernur Bali Wayan Koster.