Upacara Mreteka Merana Hari Ini, Bupati Tabana Sebut Mengandung Nilai Kearifan Lokal dan Filosofi

4

TABANAN – Pantaubali.com – Upacara Ngaben, bukan hanya untuk manusia saja, namun di Bali Nagben juga diperuntukan untuk Bikul atau tikus. Ngaben Bikul merupakan tradisi unik yang ada di Bali yang mengandumg nilai kearifan lokal dan filosofi yang menyangkut aspek-aspek penting dalam kehidupan manusia, terutama berdampak jelas pada aspek lingkungan.

Maka, hal tersebut akan dilakukan oleh warga Desa Adat Bedha, Tabanan. Kegiatan Ngaben Bikul atau Ngaben Tikus yang juga disebut dengan istilah upacara Mreteka Merana, akan dilaksanakan warga Desa Adat Bedha di Pura Puseh Bedha, pada Rabu,(5/5) hari ini.

“Apabila dicermati, Ngaben Bikul mempunyai tujuan untuk membersihkan hama tanaman, khususnya tikus dan pengaruh buruk lainnya secara niskala,” ujar Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya,saat menghadiri prosesi pecaruan serangkaian upacara Mreteka Merana di Pura Puseh Bedha, Selasa, (4/5) pagi.

Menurut Dirinya hal ini sangat baik dilakukan terhadap hewan tikus yang diburu di lahan pertanian warga dan dibunuh, sehingga memberikan suatu penghormatan kepada tikus tersebut.

Disamping itu, hal ini juga pasti akan sangat berdampak baik pada lingkungan, khususnya area pertanian. Mengingat masih banyaknya lahan pertanian di Tabanan, apalagi Tabanan dikenal dengan Lumbung Berasnya Bali.

“Saya selaku Kepala Daerah, sangat mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan bentuk keberpihakan terhadap Petani dan sangat sejalan dengan visi misi Kabupaten Tabanan,” ucapnya.

Baca Juga:  DTW Tanah Lot Siap, Menyambut Pengunjung Libur Idul Fitri