Tujuh SMA Di Tabanan Laksankan Ujian Berbasis Komputer Secara Perdana

18

Pantaubali.com-Tabanan-Pelaksana ujian nasional berbasis komputer (UNBK) akhirnya bisa di laksanakan secara perdana di tujuh SMA yang terdapat di  Kabupaten Tabanan,meski memang ada sejumlah sekolah yang belum bisa menerapkan sistem tersebut lantaran kurang memadainya sarana prasarana komputer yang dimiliki,akibat terbenturnya jadwal pelaksanaan ujian dengan jenjang SMK, yang juga melaksanakan UNBK.

Dari data UPT Dinas Pendidikan Provinsi Bali, tujuh SMA yang perdana melaksanakan UNBK tahun ini yakni SMAN 1 Kediri yang meminjam tempat di SMKN 1 Tabanan, SMAN 1 Marga meminjam tempat di SMKN 2 Tabanan, SMAN 1 TP 45 Tabanan bergabung di SMAN 2 Tabanan, SMA Kerta Wisata  dan SMA Surya Wisata Tabanan meminjam lokasi di SMKN Triatmajaya, SMA PGRI 6 Bajera meminjam lokasi di SMKN 3 Tabanan dan SMA Saraswati 1 Tabanan meminjam lokasi di SMK Saraswati 3 Tabanan.

Dari pantauan di sejumlah lokasi pelaksanaan UNBK, seperti di SMKN 1 Tabanan yang merupakan lokasi pelaksanaan ujian SMAN 1  Kediri, dan pada saat pelaksanaan ujian hari pertama berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

Seperti disampaikan Kepala SMAN 1 Kediri, I Wayan Sutaya yang mengatakan UNBK perdana tahun ini diikuti 462 peserta terbagi dalam dua shift, dengan enam ruang ujian dimana tiap ruangan berisi 45 unit komputer dan 40 peserta ujian.

Sesion pertama diikuti 274 peserta dari jurusan IPA dan sesion dua diikuti 188 peserta dari jurusan IPS.

secara umum  Sutaya mengatakan pelaksanaan ujian berjalan lancar, hanya saja token untuk membuka ujian dari server pusat sempat mundur 15 menit. “Yang seharusnya mulai pukul 07.30 wita jadi sempat mundur 15 menit karena token dari pusat memang sedikit tidak tepat waktu, tetapi rata rata berjalan lancar,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Bali, Soft Launching Web Pasar se-Bali

Terkait kesiapan peserta ujian, Sutaya mengatakan seluruh peserta sebelumnya sudah mengikuti dua kali pemantapan dan simulasi. “para siswa sudah mengikuti simulasi, jadi mereka saya rasa sudah siap melaksanakan UNBK,” ucapnya.

Sampai saat ini Sutaya mengaku belum bisa menggelar UNBK mandiri lantaran keterbatasan gedung laboratorium,begitupula sarana prasarana komputer.Karena dengan jumlah siswa yang ada saat ini minimal, SMAN 1 Kediri harus memiliki 160 unit komputer (sepertiga dari jumlah peserta UNBK). “Ini masih kita upayakan, baik dengan dinas terkait dan koordinasi dengan komite sekolah agar target tahun depan SMA Bakta sudah bisa UNBK mandiri,” pungkasnya.

Saat ini SMA Bakta baru memiliki satu ruang lab dengan 60 unit komputer. “Jadi masih dibutuhkan tiga ruang lagi, server sudah siap, mungkim kedepan akan kita gunakan ruang kelas,” ucapnya.

Salah seorang peserta ujian, Gek Ayu siswi jurusan IPA mengaku sangat tegang mengikuti UNBK perdana. Ia mengatakan untuk tingkat kesulitan soal sama dengan ujian manual, hanya saja yang membuat dirinya tegang karena baru pertama kali ujian dengan sistem komputer.