Surya Mandala Cultural Park Tanah Lot Tampilkan Kesenian Kecak

21

TABANAN – Pantaubali.com – Surya Mandala Cultural Park Tanah Lot melakukan perbaikan untuk menjalankan komitmentnya dalam pelestarian kesenian kecak yang telah dikembangkan sejak tahun 2006. Perbaikan dan penataan kawasan suryamandala cultural park di laksanakan pada tahun 2017 dengan konsep dan design yang baru untuk memenuhi kebutuhan pelestarikan kesenian Kecak yang bersinergi dengan kebutuhan pariwisata di kawasan wisata Tanah Lot.

I Nyoman Budiarsa, selaku manager yang berkecimpung selama 14 tahun berperan aktif untuk membangun dan mengembangkan kesenian Kecak di kawasan wisata Tanah Lot. Menurut Budiarsa, tujuan yang hendak dicapai dalam penataan kawasan Surya Mandala Tanah lot yaitu untuk melaksanakan komitmen pengembangan pariwisata budaya yang bersinergi dengan life cultural masyarakat setempat. Selain penataan insfratruktur, pembangunan sumber daya manusia melalui regenerasi sekaa kecak juga dilakukan bersinergi dengan BUMDES dan Desa Pakraman Beraban. “Kami melibatkan 80 anggota sekaa tari yang dilatih selama satu tahun dengan tujuan untuk mampu mempertahankan kualitas seni pertunjukan terutama kecak,” ungkap Budiarsa, Minggu (9/6).

Dikatakan, setelah berlatih selama setahun, mereka kini sudah mulai ditampilkan di ampi theater Surya Mandara Cultural Park setiap sore hari menjelang sunset yang jadi kejaran para wisatawan. Stage yang berada di bibir pantai ini sangat cocok bagi wisatawan menikmati kesenian kecak sambil menunggu sunset. “Pertunjukan kesenian terutama kecak dilaksanakan setiap hari sebelum sunset yaitu pukul 18.00 WITA dengan konsep panggung yang culturalistik menghadap laut sebagai daya tarik para wisatawan yang berkunjung ke Tanah Lot,” ungkapnya.

Diharapkan adanya panggung dan penampilan kesenian kecak ini akan menambah daya tarik wisatawan berkunjung ke Tanah Lot. Selama ini wisatawan datang hany untuk melihat panorama areal Tanah Lot. Dengan adnya pentas kesenian kecak, diharapkan waktu berkunjung wisatawan lebih lama terutama di petang hari sambil menikmati kesenian tari kecak. Hal ini juga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat seperti warung, toko souvenir serta restoran yang ada di areal Tanah Lot. “Mudah-mudahan dengan adanya atraksi kecak menjelang sunset ini akan menambah daya tarik wsiatwna dan jumlah pengunjung semakin banyak,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pol PP,Kadishub dan Dandim, Pantau Operasi Yustisi di Tabanan