Sanjaya Minta, PMI Mampu Menjaga Kemampuan Individu Dalam Penanganan Bencana

14

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan DR. I Komang Gede Sanjaya,SE,MM, meminta kepada Warga Palang Merah Indonesia Kabupaten Tabanan, agar mampu menjaga kemampuan internal individu, sehingga selalu tanggap dalam menangani bencana yang tidak terduga.

“Hal ini perlu dijaga, karena akhir-akhir ini kejadian bencana seperti pandemi Covid-19 dimuka bumi kita, belum bisa ditanggulangi secara maksimal,” pintanya dalam sambutannya saat membuka secara resmi Muskab XII PMI Kabupaten Tabanan Tahun 2021, Jumat (19/3) di Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut Dirinya menyampaikan, agar Muskab ini dijadikan titik tolak untuk mengadakan koreksi dan evaluasi tentang dinamika aktivitas organisasi selama 5 tahun sebelumnya, dalam perjalanan membantu Pemkab Tabanan di bidang kemanusiaan.

“Hasil evaluasi itulah nantinya dapat dijadikan pedoman dalam menentukan langkah-langkah kebijakan organisasi yang akan datang, dengan tuntutan pembangunan yang semakin meningkat,” katanya.

Kedepan PMI mampu menjadi organisasi yang mampu menjalankan manajemen organisasi yang profesional, modern dengan mengidentifikasi suatu permasalahan dan penentuan prioritas secara cermat.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PMI Bali I Gusti Bagus Alit Putra, memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Tabanan.

“Berkat kepemimpinan Pak Sanjaya waktu itu sebagai Wakil Bupati dan selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan, telah berhasil mewujudkan gedung yang megah. Karena di Bali baru beberapa yang punya gedung PMI yang megah,” cetusnya.

Dirinya berharap ttidak hanya gedungnya saja yang megah tetapi alat-alat didalamnya juga memadai, sehingga PMI tambah memantapkan langkahnya dalam membantu Pemkab Tabanan di bidang kemanusiaan.

“Terimakasih atas peran serta PMI Tabanan, khususnya yang paling disoroti adalah masalah apa peranannya dalam rangka penanggulangan Covid-19. Disini sudah luar biasa aktivitasnya,” tutupnya.

Baca Juga:  Wagub Bali Cok Ace Mengajak Masyarakat Bali Kembali Pada Kehidupan Sektor Sekunder