Perpadi Tabanan Sebut, Produksi Beras Masih Stabil

6

TABANAN – Pantaubali.com -Saat ini produksi beras di Tabanan dinilai stabil atau surplus.Hal tersebut disebabkan karena,dilihat dari hasil panen setiap bulan masih ada.Selain itu total setok diakumulasi dipengilingan padi rata-rata sebanyak 50 sampai 70 Ton,itu disampaikan,Ketua DPC Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten Tabanan,I Ketut Sukarta, Senin,(23/11) di Sangulan, Tabanan.

“Untuk panen saya (I Ketut Sukarta) kira masih merata sampai saat ini.Bisa dikatakan surplus.Dan jika dilihat total kebutuhan masyarakat Tabanan kurang lebih sebesar 300 sampai 400 Ton beras perbulannya,” jelasnya.

Sedangkan dari produksi perbulan kurang lebih 800 atau 1000 ton gabah kering panen dengan total beras dihasilkan sebanyak 500 Ton di Tabanan.

“Sampai saat ini tidak ada gabah tidak terbeli,kamipun di lembaga pengilingan Padi akan membeli sesuai harga di pasaran.Harga gabah kering panen dibeli dengan harga kisaran Rp 4.700 sampai 4.800 sedangkan hpp Rp 4.300 atau masih diatas hpp,” paparnya.

Dilihat dari panen di Tabanan bisa juga dikatakan hampir merata sepanjang tahun.Sebelumnya Maret dan April 2020 panen bisa membludak sampai-sampai kewalahan dalam mengolahnya.

“Gabah tersebut tidak tahan lama untuk disimpan khususnya yang kering panen,” sebutnya.

Untuk puncak produksi di Tabanan diperkirakan dimulai Januari dan Februari 2021 sedangkan musim tanam mulai dilakukan di November.

“Kami sangat optimis, tidak sampai ada kekurangan konsumsi masyarakat sampai tiga bulan kedepan,” cetusnya.

Tidak lupa dirinya menyampaikan, sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah maupun pusat.Karena,telah memberi bantuan berupa dryer-dryer di masing-masing pengilingan.

“Tentu sangat membantu bagi kami,sehinga mampu menyerap gabah lebih banyak dari para petani di sini (Kabupaten Tabanan),” tutupnya.

Baca Juga:  Putri Koster Sebut,PKK Memiliki Struktur Yang Jelas