Pencarian Orang Hilang Terus Di Lakukan ” Tiga Perahu Karet Di Turunkan “

8

Pantaubali.com-Tabanan- Pencarian orang hilang yang bernama I Gede Adi Mertayasa (21) sampai saat ini terus dilakukan oleh Tim Basarnas, Rescue Sabhara Polda, dan Polair Polres Tabanan dengan melakukan penyisiran di sepanjang kebun dan juga sepanjang Sungai Yeh Mawa,hingga ke Bendungan Telaga tunjung.

Kasi Ops Basarnas Bali Gede Darmada yang memimpin langsung Tim Pencarian di Bendungan Telaga Tunjung hari ini mengatakan, penyisiran yang dilakukan sudah sejak Jumat pagi sekitar pukul 07.00 Wita,hingga saat ini,dengan berkeliling menyisir sekitar kebun dan sungai Yeh Mawa sampai di Bendungan Telaga Tunjung,serta mengunakan perahu karet untuk menyisir aliran sungai hingga ke area Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kerambitan,”katanya.

Selain Tim Sar Gabungan,Pencarian korban juga di lakukan dengan juga melibatkan masyarakat setempat dengan alat bantu gong gambelan,yang di percaya bisa membantu pencarian secara proses niskala,dalam kepercayaan umat hindu.

Hilangnya  I Gede Adi Merta Yasa(21) Banjar Dinas Pegubugan Kangin, Desa Pesagi, Kecamatan Penebel, Tabanan, yang di duga hilang setelah mencari buah durian pada hari Kamis(8/2 kemaren,ternyata memiliki prediksi baru di kalngan masyarakat,dan juga pihak keluarga.

Saat ini ada kecurigaan orang hilang ini di sebabkan karena sengaja melakukan perbuatan Bunuh Diri dengan meminum racun,dan membuang diri ke sungai,mengingat saat di nyatakan hilang kemarin,ternyata I Gede Adi sumertayasa, sedang mengalami defresi pasca putuh cinta dengan sang kekasih,yang terjadi tiga hari sebelum kejadian ini.

“Setelah kami kordinasi dengan orang tua,ada kecurigaan anaknya sengaja bunuh diri,karena sebelumnya anak ini sedang defresi karena putus cinta,namun hal ini belum juga bisa di pastikan menjadi sebab hilangnya anak muda ber umur 21 tahun ini.” Ungkap seorang Pria yang enggan di sebut Namanya tersebut.

Baca Juga:  Jukung Tertabrak Perahu,Satu Orang Nelayan Lenyap

Proses pencarian I Gede Adi Sumertayasa ini,akan terus di lakukan,oleh pihak keluarga yang juga di bantu langsung oleh Tim Gabungan dari Basarnas Bali,hingga batas yang memang belum di tentukan.