Pelaksanaan Debat, KPU Tabanan Menghimbau Kanditat Tidak Mengerahkan Massa

45

TABANAN – Pantaubali.com -Jelang debat perdana Pilkada Tabanan pada 22 November 2020 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan meminta kepada seluruh pendukung paslon dan tim pemenangan agar tidak melakukan pergerakan masa.Hal tersebut perlu diperhatikan dikarenakan, kondisi saat ini masih ditengah pandemi Covid-19.

Selain itu KPU Tabanan juga menghimbau masing-masing paslon tetap mentaati segela proses aturan debat nantinya. Agar debat perdana dapat berjalan dengan tertib dan lancar.Debat pilkada Tabanan yang digelar KPU Tabanan akan dilakukan dua kali. Yakni 22 November dan 3 Desember mendatang.

Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa menjelaskan, debat pilkada Tabanan saat ini agak sedikit berbeda daripada pilkada tahun sebelumnya.Memang membatasi jumlah orang yang menonton masuk dalam ruangan debat. Ini demi kepentingan bersama untuk mencegah terjadi penularan Covid-19.

“Di dalam ruangan debat ada sekitar 20 orang nantinya. Diantaranya 4 dari pendukung paslon, 2 anggota Bawaslu, anggota komisioner KPU Tabanan dan moderator. Panelis tidak masuk ke ruangan debat,” ujar Weda Subawa saat di konfirmasi,Selasa(17/11) di Tabanan.

Masing-masing paslon calon bupati dan wakil bupati Tabanan tidak diperbolehkan membawa lebih pendukung masuk ke dalam ruangan. Selain itu pihaknya memwajibkan masing-masing paslon untuk wajib menerapkan protokol ketat Covid-19 saat berada di dalam ruangan.

“Aturan ini sudah kami sampaikan kepada masing-masing paslon untuk ditaati,” ujarnya.

Debat publik pilkada Tabanan akan pihaknya gelar disalah satu stasiun televisi milik pemerintah di Bali. Dengan relay sejumlah statiun televise swasta dan dapat ditonton melalui cancel youtube KPU Tabanan dan halaman facebook KPU Tabanan. Sehingga masyarakat Tabanan menonton debat pilkada dari rumah, tanpa harus ke lokasi debat.

Perihal tema debat perdana pihaknya sudah memberikan kepada masing-masing paslon. Debat pertama menyangkut memajukan dan menyelesaikan persoalan daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru.

Baca Juga:  Derigen Bensin Disambar Api, Bengkel Hangus Terbakar di Selbar

“Tema debat ini berdasarkan perumusan dari panelis yang ditunjukkan oleh KPU Tabanan. Penelis tersebut dalam posisi netral tidak berafiliasi dengan partai politik,” katanya.

Mengantisipasi terjadi pengarahan massa saat di lokasi debat pilkada Tabanan yang akan berlangsung. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian Polres Tabanan dalam hal pengamanan. Agar lokasi debat benar-benar steril, tidak ada gangguan.

“Bila mana ada pendukung paslon yang ingin memasuki ruangan debat tanpa ada udangan resmi. Kami sudah minta kepada aparat kepolisian untuk bertidak tegas. Demi kenyaman jalannya debat,” tutupnya.