Pasubayan Bendesa se Gianyar Sesalkan Video Pelecehan Agama Hindu

28

GIANYAR – Pantaubali.com – Pasubayan Bendesa se Kecamatan Gianyar datangi Kantor Majelis Desa Adat (MDA) dan PHDI Kabupaten Gianyar guna menyampaikan, aspirasi dan pernyataan sikap terkait video viral Desak Made Darmawati yang melecehkan Agama Hindu, Sabtu (17/4).

Sah saja seseorang pindah agama akan tetapi, yang disayangkan, Desak Made Darmawati yang pernah memeluk Hindu justru melecehkan Agama Hindu setelah menjadi mualaf. Bendesa Alitan MDA Kecamatan Gianyar Ngakan Putu Sudibya

“Ini bentuk pernyataan sikap kami, sangat menyesalkan dan mengutuk keras pernyataan yang sangat terang benderang melecehkan Agama Hindu Bali,” jelasnya.

Pernyataan sikap disampaikan kepada lembaga umat PHDI Gianyar dan MDA Gianyar. Dalam bentuk tertulis terdiri dari beberapa poin.

“Kami harap untuk segera diambil tindakan hukum terhadap video viral tersebut. Karena dari sisi pernyataan, sangat menyesatkan cenderung berhalusinasi.Lebih-lebih, Desak Made Darmawati terungkap berasal dari Gianyar.Kami sebagai warga Gianyar malu, merasa tertampar. Ada warga Gianyar yang menistakan agama,tentu dalam hal ini kami mendesak pernyataan sikap segera ditindaklanjuti,” paparnya.

Ketua PHDI Gianyar, I Wayan Ardana memastikan akan memfasilitasi pernyataan sikap ini, menyampaikan dan meneruskan ke Polres Gianyar.

“Karena memang video tersebut memang nyata mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya di Gianyar. Nyata memberikan wejangan di publik, tanpa dasar. Banyak salah tidak ada sumber, justru itu bisa masuk kategori penistaan, karena ajaran yang adi luhung diomongin seenaknya tidak berdasarkan sastra,” katanya.

PHDI Gianyar sebagai lembaga umat akan meneruskan sesuai tuntutan masyarakat. “Kita sampaikan ke para pihak, kita fasilitasi agar penegak hukum ambil langkah cepat. Agar jangan sampai timbul masalah ikutan,” ujarnya.

Di sisi lain, Wayan Ardana pernah bertetangga dengan keluarga Desak Made Darmawati di pondokan Giri Kesuma Banjar Badung, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan.

Baca Juga:  Undang Para Seniman Bondres, Ny. Putri Koster Ajak Ikut Sebarkan Program Pemerintah ke Masyarakat

“Masa kecilnya dulu saya tahu. Bertetangga karena saya kecil tinggal di Giri Kesuma. Ibu Desak ini lahir dan tinggal di sana,” ucapnya.

Masa kecil Desak Made Darmawati, sepengetahuannya biasa-biasa saja. Wayan Ardana mengaku kenal hingga tamat SMA.

“Sampai tamat SMA di Payangan, kemudian diajak kakaknya ke Jakarta. Sejak saat itu sampai sekarang tidak pernah ketemu, wajah pun saya lupa,” sebutnya.

Sebagai mantan tetangga, pihaknya kaget mendengar polemik ini.

“Karena waktu kecil tidak selincah itu. Mungkin karena, sudah jadi dosen. Sangat disayangkan, apalagi sudah doktor bicara tanpa dasar,” cetusnya.

Dirinya berharap Desak Made cepat menyadari diri.

“Mudahan beliau cepat sadar, bagaimanapun dia saudara. Mudahan ingat dengan NKRI. Kami PHDI doakan semua baik-baik saja, masyarakat jangan anarkis mengingat masih pandemi. Semua aspirasi kami pasti teruskan,” jelasnya.