Pameran Expo Hasil Karya Wara Binaan Lapas Tabanan

13

Tabanan – Pantaubali.com – Pikiran negatif terhadap orang-orang yang terlibat dalam kejahatan atau kriminalitas,yang akhirnya harus mendekam di rumah tahanan,nampaknya harus kita lupakan,karena dalam hal tersebut tidak sedikit orang juga yang berada di dalam lapas itu akhirnya mempunyai kemampuan dan keterampilan yang luar biasa.

warga binaan narapidana lembaga pemasyarakatan (lapas) Klas II B Tabanan menunjukkan hal yang berbeda dalam sebuah pameran Pekan Expo Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) Kemenkumham, Jumat (26/10/2018).
Adapun Produk unggulan yang akan dipamerkan antara lain mulai dari miniatur sepeda motor, becak, kapal laut, kotak tisue, bokor dan sokasi. Sebagai besar hasil karya napi lapas Tabanan terbuat dari bahan koran. Tidak hanya itu dipamerkan juga patung hasil ukiran dari kayu.

Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan pameran expo kali ini lebih kepada menampilkan hasil karya seni yang dibuar warga binaan Lapas Tabanan. Masyarakat hanya mengira ketika orang berada di dalam lapas hanya berada dibalik jeruji besi. Tetapi dibalik itu napi juga dapat melakukan aktivitas positif. Bukti dapat membuat karya seni yang bernilai ekonomi tinggi.

Dikatakan Murdiana kegiatan ini diharapkan nantinya warga binaan setelah keluar dari rutan ini dapat berguna bagi dan di masyarakat.
“Digali apa kemampuan dari warga binaan kita, dan kita berikan ruang-ruang serta bekal ilmu agar nanti setelah keluar mereka tidak mengulangi apa kejahatan yang mereka perbuat dimasa yang lalu,”ujarnya.

Pada pekan expo ini selain menampilkan kerajinan tangan hasil napi. Pihaknya juga memberikan pelayanan gratis kesehatan kepada masyarakat. Seperti pemeriksaan gula darah, tensi darah dan pengobatan lainnya. Pameran ini digelar selam dua hari. Mulai 26 sampai dengan 27 Oktober.

Baca Juga:  Kader Banteng Kerambitan,Satu Suara Menangkan Paket Jaya-Wira

“Kami juga berikan pelayanan cuci motor gratis yang dikerjakan olah para napi. Setelah memalui proses pembelajaran keterampilan usaha didalam lapas. Setelah itu dipraktekkan,” ujarnya.

Pihaknya yakin hasil kerajinan tangan para napi ini dapat bertahan lama dan masyarakat tidak perlu khawatir dengan kualitas kerajinan yang terbuat dari koran bekas.

Sebelum dibentuk, koran dipotong lalu digulung menyerupai rotan. Gulunganya pun padat karena dibuat berlapis. Hasil kerajinan ini dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 100.000 – Rp 350.000.

“Hasil karya warga binaan dipasarkan oleh keluarga warga binaan itu sendiri. Kadang ada pula yang langsung membeli kepada kami. Sebenarnya kami sebagai perantara menyiapkan bahan baku koran. Hasilnya penjualan tersebut sedikit tidaknya membantu keuangan para napi,” jelasnya.

Saat di temui salah satu napi lapas Tabanan Nyoman Sukarya (59 ) mengatakaan hasil karyanya berupa patung yang terbuat dari kayu membutuhkan pengerjaan selama 3 hari. Dari awalnya sebagai tukang ukir dengan membuat patung kata pria yang tersandung kasus korupsi ini. Hasil karya yang di buat berupa patung kayu di beli kisaran Rp 75 ribu sampai Rp150 ribu tergantung dari ukuran patung tersebut,”pungkasnya.