Nelayan Lobster Pasir di pantai Yeh Gangga Memasuki Musim Paceklik

56
Lobster Pasir Pantai Yeh Gangga Tabanan
Lobster Pasir Pantai Yeh Gangga Tabanan

Pantaubali.com-Tabanan-Nelayan Lobster Pantai Yeh Gangga Tabanan saat ini sedang Gundah karena  mereka sedang mengalami masa paceklik,sehingga mata pencarian utama lobster pasir sedang sulit di temukan.

Di saat musim paceklik seperti ini banyak nelayan yang memilih untuk menepikan jukungnya di pinggiran pantai yeh gangga,selian itu nelayan memilih untuk mengisi waktu luang dengan memperbaiki jukung dan juga alat tangkap yang sering mereka gunakan.

Salah satu nelayan di pantai yeh gangga menceritakan kondisi saat ini memang sedang memasuki musim paceklik,karena lobster pasir yang merupakan target utama mereka saat melaut,sangat sulit di temukan,dan di perkirakan lobster pasir akan kembali muncul saat memasuki bulan agustus.

Saat ini harga lobster pasir mencapai harga sekitar 270 ribu perkilonya,karena harga lobster sangatlah di tentukan oleh situasi di wilayah tujuan ekspor,namun saat permintaan meningkat harga lobster bisa mencapai 400 ribu per kilonya.

Dengan situasi saat ini tidak hanya sepinya tangkapan yang menjadi kendala nelayan di yeh gangga Tabanan,semenjak adanya aturan Menteri kelautan dan perikanan nomer 56 tahun 2016,tentang penangkapan Lobster juga menjadi tantangan berat bagi nelayan karena sulitnya menemukan lobster dengan berat di atas 200 gram,karena pada umumnya lobster pasir dewasa di perairan bali selatan hanya memiliki berat antara 100 sampai 150 gram saja.

Meskipun menghadapi kondisi paceklik seperti saat ini,masih ada sejumlah nelayan yeh gangga yang tetap menjalankan aktifitasnya,sambil mengisi waktu luang dan berharap di tengah lautan yang luas,masih ada lobster pasir yang layak di tangkap sehingga mereka bisa menyambung hidup sebagai nelayan.

Baca Juga:  DTW Tanah Lot Siap, Menyambut Pengunjung Libur Idul Fitri