Museum Subak, Gali Keberadaan Permainan Tradisional di Seminar

8

TABANAN – Pantaubali.com – Guna menggali keberadaan permainan tradisional di Tabanan,Museum Subak melakukan pendataan permainan tradisional agrasis.Agar dapat menggali keberadaan permainan tradisional tersebut maka,Museum Subak melaksanakan seminar dengan mengundang instansi terkait di Gedung I Ketut Maria,Rabu (9/9),Tabanan.

Seminar yang dilakukan merupakan lanjutan kegiatan dari permainan tradisional megandu,yang sebelumnya sempat di gelar di Museum Subak.

“Ini adalah usaha dari museum subak untuk menggali permainan tradisional agraris,” jelas Kepala Museum Subak, Ida Ayu Pawitrani disela kegiatan tersebut.

Pendataan dilakukan untuk dijadikan bagian dari yang bisa dipelajari didalam Museum Subak. Sebab ada banyak sekali permainan tradisional agraris yang banyak belum diketahui.Pendataan ini dilakukan untuk didaftarkan menjadi warisan Budaya Tak Benda mengantisipasi diklaim oleh daerah lain.

“Karena setiap tahun Dinas Kebudayaan harus ada obyek yang diajukan untuk didaftarkan menjadi Warisan Budaya tak Benda,”ujarnya.

Pendataan permainan tradisional ini sekaligus untuk melestarikan agar tidak punah. Sebab sesuai data dari seniman Made Taro ada sekitar 200 permainan tradisional di Bali dan hampir semuanya mengacu permainan tradisi agraris.

“Yang jelas dari jumlah yang ada itu kita data, dan pilah kemudian baru dipilih dan dokumentasikan kemudian didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda,” paparnya.

Seminar yang berlangsung sekitar 3 jam itu turut mengundang dari kalangan seniman, guru, Penyuluh Bahasa Bali di Tabanan, Pokdarwis, dan subak.Dengan menghadirkan 3 narasumber yaitu,sastrawan Made Adnyana Ole, dua dosen Prodi Arkelogi Unud I Gusti Ngurah Tara Wiguna dan Wayan Suardiana.

Baca Juga:  Pembangunan Desa Penting Berbasis Data