Menhub RI dan Gubernur Bali Meletakan Batu Pertama Pembangunan Pelabuhan Sanur dan Bias Munjul di Nusa Ceningan

8

DENPASAR – Pantaubali.com- Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster melakukan Peletakan Batu Pertama dimulainya Pembangunan Pelabuhan Sanur – Denpasar, dan Pelabuhan Bias Munjul – Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung pada, Sabtu, Saniscara, Paing, Menail (12/12) pagi.

Dibangunnya Pelabuhan Segitiga Sanur, Sampalan, dan Bias Munjul, karena merupakan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Darat, Laut, dan Udara secara terkoneksi dan terintegrasi dalam Visi Pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Untuk mewujudkannya, Kementrian Perhubungan RI melalui APBN telah mengelontorkan anggaran dengan total sebesar Rp. 555 Milyar, yang terdiri dari anggaran pembangunan Pelabuhan Sanur sebesar Rp. 376 Milyar, untuk Pelabuhan Sampalan sebesar Rp. 82 Milyar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp. 97 Milyar.

Sehingga Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung itu direncanakan selesai pada akhir tahun 2021 dan Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2022.

Dalam Acara Peletakan Batu Pertama tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pembangunan tiga pelabuhan ini merupakan program monumental dan fundamental serta bersejarah bagi masyarakat Bali.

“Dengan fasilitas pelabuhan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan trasportasi untuk tiga kepentingan yaitu, (1) transportasi masyarakat Bali dari Sanur menuju Nusa Penida pada saat ada upacara piodalan di Pura Dalem Ratu Gede, (2) transportasi aktivitas harian masyarakat Bali menuju Nusa Penida dan Nusa Ceningan, dan (3) memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi wisatawan menuju Nusa Penida dan Nusa Ceningan,” ujar Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini dihadapan Menhub RI, Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Laut, Agus Purnomo, Wakil Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara, dan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta seraya menyatakan dengan keberadaan tiga pelabuhan yang berkualitas dan memadai akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali khususnya di Denpasar dan Klungkung.

Baca Juga:  Sekda Dewa Indra Apresiasi Bali Dipilih Jadi Pilot Project Making Cities Resilience 2030

Disisi lain, Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode Fraksi PDI Perjuangan ini menceritakan pembangunan pelabuhan yang bersejarah di Bali ini bisa terwujud berkat adanya kebijakan Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo berdasarkan usulan Gubernur Bali yang disampaikan langsung kepada Bapak Presiden di Istana Negara pada tanggal 22 April 2019.

“Beberapa hari setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada tanggal 17 April 2019, Bapak Presiden memanggil saya selaku Gubernur Bali dan disana saya menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara koneksi,” cerita Wayan Koster.

Sedangkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan program sesuai arahan Bapak Presiden untuk mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik dan wisatawan yang berkunjung ke Bali, mengingat Bali merupakan tujuan wisata dunia yang harus dilengkapi dengan sarana prasarana yang memadai.

“Dengan adanya pelabuhan ini, akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida dan Nusa Ceningan sebagai destinasi wisata yang sangat diminati oleh masyarakat dunia,” ujarnya.

Secara desain, Budi Karya Sumadi yang juga merupakan seorang arsitek ini menjelaskan Pelabuhan Sanur di desain dengan mengekspresikan kearifan lokal di pesisir Pantai Sanur, yakni Perahu Cadik dengan view menghadap ke Gunung Agung dan Pantai Sanur yang sangat indah.

Arsitektur Bali, Nyoman Popo Danes juga menambahkan bahwa dalam desain Pelabuhan Sanur terdapat juga ornamen Kepala Gajah Mina.

“Setelah saya berkoordinasi dengan tokoh, seniman, dan budayawan dari Sanur, Kepala Gajah Mina dipercayai oleh masyarakat Sanur sebagai simbol yang memberikan keselamatan,” tutupnya.