Ketua DPRD Tabanan Apresiasi SWP Hasilkan Obat Tradisional Bali

10

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan Made Dirga memberikan apresiasi pada perkumpulan Spiritual Wanara Petak (SWP) dalam menjaga kesehatan anggotanya dengan memproduksi obat sendiri. Pada Kamis, (12/5) bertempat di rumah Made Dirga di Tabanan, 250 anggota perkumpulan ini sejak sehari sebelumnya bergiliran membuat obat tradisional Bali berupa minyak dari bahan dasar kelapa.

Ketua Spiritual Wanara Petak (SWP) Tabanan Wayan Subawa mengatakan, obat yang dibuatnya berupa minyak kelapa yang dicampur dengan bahan lain berupa ramuan dari kayu obat, madu dan jahe.

Proses pembuatannya diawali dengan menyerut 1.011 butir buah kelapa. Lantas diperas hingga menjadi santan. Lalu dimasak hingga menghasilkan minyak. Setelah itu, dicampur dengan ramuan lain.

“Obat ini bis diminum dan dioles. Kami tidak promosi. Ini hanya untuk kalangan internal SWP,” jelasnya.

Ia menerangkan ramuan obat ini dibuat langsung oleh Ketua SWP, Ajik Alit. Obat ini berkhasiat untuk menyembuhkan sakit kulit hingga sakit pada tulang. Saat membuat obat di rumah Made Dirga, mereka menggunakan empat drum besar yang dimasak dengan kayu bakar.

“Tujuannya agar anggota dan keluarga bisa tetap sehat fisik dan spiritual,” katanya.

Ketua DPRD Tabanan Made Dirga bersama anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan Wayan Widnyana atau Regen juga menjadi dewan pembina di SWP.

Sementara itu, Made Dirga memberikan dukungan penuh pada SWP dalam setiap kegiatannya. Apalagi, kata Dirga mereka bisa menghasilkan obat tradisional dengan ramuan milik sendiri. Selain itu, konsep ini sejalan dengan program dari Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang di dalamnya berisi instruksi memaksimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

“Ini obatnya sangat mujarab. Pada masa pandemi, masyarakat harus bisa menjaga kesehatan secara mandiri. Obat-obat tradisional harus diperkenalkan luas,” cetusnya.

Baca Juga:  IJTI Bali Gelar Pelatihan Video Jurnalis Menyongsong Digitalisasi dan Keterbukaan Informasi Publik

Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara, Tabanan ini berharap, Spiritual Wanara Petak bisa tetap eksis hingga turun ke masyarakat untuk memberikan bantuan sosial.

“Kedepan akan kami rancang seperti itu, sehingga keberadaan SWP bisa berguna dan membantu masyarakat secara luas,” tutupnya.