Jineng, Menjadi Seminar Kajian Koleksi ke Dua Museum Subak

16

TABANAN – Pantaubali.com – Guna memperoleh pemahaman,informasi serta dokumentasi lebih detail tentang koleksi.Kembali UPTD Museum Subak Tabanan melaksanakan seminar kajian koleksi berupa Jineng.

Sebelumnya telah melaksanakan seminar yang sama akan tetapi, dengan koleksi berbeda yaitu koleksi Ketungan.Seminar kajian koleksi Jineng dilaksanakan,Jumat,(27/11) pagi di Ruang Pertemuan Museum Subak,Sangulan,Tabanan.

“Seminar hari ini, terkait kajian koleksi khususnya koleksi yang ada di museum ini (Museum Subak),” jelas Kepala UPTD Museum Subak,Tabanan,Ida Ayu Nyoman Ratna Pawitrani disela kesempatan tersebut.

Dalam hal ini museum Subak telah memiliki informasi akan tetapi, agar lebih memperkaya informasi maka bisa didapat dari seminar dilaksanakan tersebut.

“Guna mendapat masukan, baik dari masyarakat,lingkungan sekolah maupun dari budayawan.Masukan tersebut akan dimasukan dalam hasil kajian kita tim telah dibentuk juga guna melakukan pendataan,” sebutnya.

Hasil seminar rencana akan dibukukan di tahun depan hal tersebut dilakukan agar generasi muda kedepan bisa mengenal lebih jauh lagi terkait koleksi dimiliki saat ini di museum.Maka dari itu, perlu didokumentasikan dalam bentuk buku sehinga memiliki data lebih lengkap lagi dari apa yang dikaji tim.

“Paling tidak menjadi awal dari penulisan,saat ini hanya diketik dan dijilid saja sementara.Hal tersebut dilakukan karena, belum ada angaran mencetak buku.Rencana tahun depan akan kami cetak bukunya,” ujarnya.

Selanjutnya Dirinya mengatakan,sampai saat ini total jumlah koleksi dimiliki di museum kurang lebih sebanyak 300 jenis koleksi.

“Dipajang di ruang pameran museum subak sebanyak 250 jenis, di Rumah Bali kurang lebih 40 jenis koleksi dan beberapa ada juga ditempatkan di gudang penyimpanan,” paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan,tahun lalu juga telah melakukan kajian-kajian koleksi seperti,Tika,Okokan dan Kepoakan.Tahun depan, tentu tetap melakukan kajian-kajian koleksi khususnya dimiliki di museum subak.

Baca Juga:  Museum Margarana Dibobol Maling,Beberapa Benda Koleksi Bersejarah Lenyap