Intensitas Hujan Tinggi,Tanaman Pertanian Disebut Masih Mampu Dikendalikan

26

TABANAN – Pataubali.com – Melihat intensitas hujan masih tinggi di awal 2021,secara tidak langsung memberi dampak di sektor pertanian.Terutama pada beberapa jenis tanaman pertanian mulai dari, jenis Hortikultura sampai padi di Tabanan.Meskipun demikian, kondisi tersebut secara umum telah mampu di atasi, baik oleh petani maupun Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan itu disampaikan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana,saat dikonfirmasi siang hari tadi (Rabu,(6/1) di Tabanan.

“Untuk tanaman Hortikultura dalam kondisi iklim seperti saat ini khususnya Cabe, Tomat dan jenis tanaman lainnya memang akan berpengaruh terhadap pertanaman terutama Layu Fusarium dan Antraknose,” jelasnya.

Meskipun demikian umumnya di tingkat petani telah mampu mengendalikan dengan pemanfaatan fungisida dan bakterisida.Memang akan berpengaruh terhadap Produktivitas pertanaman juga nantinya.

Hal ini terbukti dengan mulai naiknya harga cabai dan komoditas Horti lainnya di pasaran, disamping itu juga disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari luar daerah yang merupakan sentra produksi hortikultura.

“Tetapi justru di satu sisi hal ini menguntungkan bagi para petani Horti di Tabanan, sebab selama Pandemi Covid 19 harga komoditas Horti sangat murah akibat dari rendahnya daya beli dan daya serap pasar,” sebutnya.

Selain itu, untuk pertanaman yang sudah ada dalam kondisi iklim saat ini,beberapa pertanaman padi misalnya mengalami gangguan penyakit kresek dan atau blast.Akan tetapi,biasanya masih bisa ditanggulangi dengan pengeringan atau menggunakan pestisida.

“Awal Januari 2021 dalam intensitas hujan masih tinggi umumnya penanaman padi yang ada di tingkat petani masih pada fase vegetatif bahkan beberapa subak masih melakukan penanaman,” katanya.

Adapun upaya dilakukan pihak Dinas Pertanian Tabanan dalam hal ini, mulai dengan melibatkan petugas lapangan PPL agar tetap melakukan pendampingan dan penyuluhan bagi petani Pangan maupun Horti dalam teknis Budidaya maupun pasca panen.Disamping itu juga tetap melaksanakan program dalam upaya penyediaan sarana budidaya maupun pengembangan komoditas penting nasional.

Baca Juga:  Akses Jalan 6 KK Tertutup Longsor,Dandim Tabanan Turun Tanggan

“Tetap dalam hal ini kami mengajak para petani untuk melakukan budidaya Padi maupun komoditas lainnya.Tentu dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan komoditas unggul lainnya agar dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau pasar,” harap Budana.