HP Dihack,Kabaghumas Pemda Tabanan Lapor Polisi

15

TABANAN – Pantaubali.com – Akibat HP diretas oleh orang yang tidak dikenal. Akhirnya Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Tabanan I Ketut Ridia melaporkan secara resmi ke polisi atas kasus HP miliknya yang Ridia melaporkan kasus tersebut secara resmi ke Polres Tabanan, Jumat,(29/1).Tindakan tersebut dilakukan karena Dirinya tidak ingin ada korban lagi akibat ulah pelaku yang meretas HP tersebut.

Ridia menjelaskan, ia mengetahui HP miliknya diretas sekitar jam 9, pada Kamis,(28/1).Saat itu dirinya ditelpon oleh seorang teman yang menanyakan apakah ada mengirim pesan lewat WA yang isinya meminta ditransfer sejumlah uang.

“Pak tut ada WA saya menanyakan masih ada saldo di ATM dan meminta tranfer uang 5 juta, ” ceritanya.

Mendapatkan telpon seperti tersebut, Dirinyq segera menjawab kalau tidak pernah meminta uang lewat WA, dan meminta teman nya mengabaikan pesan WA tersebut.

“Saya kemudian memintanya untuk tidak menghiraukan pesan WA tersebut,” ucapnya.

Ternyata hacker juga mengirim pesan WA yang sama ke sejumlah pejabat di lingkungan Pemda Tabanan.

“Termasuk Pak Adi Wiryatama dikirimi pesan WA yang sama intinya meminta uang sebesar 5 juta rupiah ditransfer, ” sebutnya.

Beruntung N Adi Wiryatama mantan bupati Tabanan dua periode dan kini menjabat sebagai ketua DPRD Bali tidak terpancing dan menelpon dirinya.

Sekitar pukul 15.00 Pak Adi nelpon Saya menanyakan pesan WA tersebut ke Saya. Karena memang tidak ada mengirim WA dan saya minta Pak Adi tidak merespon, ” ucapnya.

Diakuinya pada hari Kamis itu dia tidak bisa membaca WA hanya bisa nelpon biasa, mungkin sudah diblok oleh pelaku.

“Saya baru bisa baca WA Kamis malam sekitar pukul 23.45 Wita, ” katanya.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Bersama Wabup Edi Melayat ke Kediaman I Ketut Purnaya

Tidak ingin ada korban Mantan Camat Baturiti memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke Polres Tabanan,Jumat,(29/1)siang tadi.

“Karena ada teman saya yang sudah terlanjur ngirim uang ke pelaku sebesar Rp 2 Juta.. Setelah dia kirim baru dia nelpon saya. Dan saya tegaskan tidak ada mengirim WA meminta uang.. Barulah teman saya kaget. Agar tidak terjadi korban lain maka saya laporkan ke polisi,” pungkasnya.