Ditengah Pandemi,We Love With Love Bakar Semangat Kreatifitas Seniman dan Pelaku Usaha Kecil di Bali

15

DENPASAR – Pantaubali.com – Melihat begitu banyak seniman dan pelaku usaha kecil kesulitan dalam ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir.Yang jika dilihat berdasarkan data BPS, perekonomian Bali telah tumbuh minus 12.28%.Tentu hal tersebut akan berdampak bagi perekonomian masyarakat Bali, termasuk seniman dan para pengrajin UMKM sehingga potensi ikut terhambat.

Rasa prihatin terhadap situasi saat ini akhirnya mendorong salah satu Tim Yayasan We Love With Love menjelajahi Bali guna bertemu dengan para pengrajin dan seniman. Tim We Love With Love mencari tau kesulitan yang di temui selama pandemi.

Rendahnya permintaan produk kerajinan, ketidaksiapan menjual secara online, dan sepinya panggung seni menjadi keluhan.Terkait hal tersebut maka,Founder
Yayasan We Love With Love Novi Rolastuti
mulai tergerak guna menggalang dana bagi mereka yang paling terdampak dari segi ekonomi.

“Sampai dengan saat ini, Tim We Love With Love telah bersilaturahmi kepada 12 pengrajin dan seniman. Menyaksikan secara langsung bagaimana mereka tetap tersenyum dan pantang menyerah dengan kondisi yang ada, serta melakukan berbagai macam terobosan untuk tetap bertahan,” jelasnya di Denpasar.

Jelas terlihat kesadaran untuk mencintai alam semesta, menyayangi lingkungan serta sesama justru makin tumbuh di kalangan mereka. Pandemi ini mengajarkan mereka untuk kembali mencintai alamnya dan sesamanya.

“Bagaimanapun situasi saat ini secara langsung maupun tidak langsung merupakan kontribusi dari kita sebagai penghuninya,” katanya.

Menandai inisiatif ini, We Love With Love mengajak seniman Bali untuk membuat suatu pentas tari yang sarat akan makna kehidupan, merupakan suatu perenungan dan penyembuhan dari kondisi terpuruk saat ini. Pentas tari ini akan menjadi prosesi Acara Launching Yayasan We Love With Love secara virtual live streaming melalui channel YouTube We Love With Love langsung dari Bali pada hari Sabtu, 16 Januari 2021, jam 12.00 WITA. Acara akan berlangsung selama satu jam dengan menampilkan Tarian yang diberi judul Lampah Nini.

Baca Juga:  Wagub Cok Ace Puji Ketangguhan Pelaku UMKM Bali di Tengah Pandemi

“Tarian ini merupakan perpaduan pertama kalinya antara seorang Maestro Tari Tradisional Bali Ni Ketut Arini yang berusia 77 tahun dan seorang Koreografer Kontemporer Muda I Komang Adi Pranata yang adalah sebuah Perjalanan dan Refleksi Hidup Manusia terutama di masa pandemi,” tutupnya.