Diduga Terpeleset,Lansia 100 Tahun Meregang Nyawa di Aliran Irigasi

3

TABANAN – Pantaubali.com- Seorang nenek berumur 100 tahun berinisial NKL asal Banjar Antap Delod Semo, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan ditemukan tidak bernyawa di salah satu irigasi subak Bulung Daye,Banjar Antap Delod Semo, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg,Tabanan,Kamis,(7/1) kurang lebih pukul 13.00 wita.Korban diduga terpeleset jatuh dan hanyut dibawa arus air.

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan,Iptu I Nyoman Subagia,Kamis,(7/1) dalam keterangan persnya menyampaikan,Pada Kamis,(7/1) sekitar pukul 07.00 wita pelapor mengatar korban(ibu korban) untuk buang air besar di kali depan rumahnya di Banjar Antap Delod Semo, Desa. Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Karena sudah tua kegiatan korban selalu diwasai oleh pelapor, Karena sudah selesai dan berada di rumah, lalu pelapor meninggalkan korban di rumah bersama istri dan anak pelapor.

Pada pukul 13.00 wita pelapor ditelpon oleh anaknya (Komang Gita Prasasti) bahwa korban tidak berada di rumah.Kemudian dilakukan pencarian dikali tempat biasa korban buang air besar namun tidak ada , yang ada hanya sebelah sandal korban dan ember warna biru dan air dikali cukup besar karena sebelumnya hujan.

Lalu pelapor dan warga melakukan pencarian disepanjang aliran irigasi kali antap.Ternyata korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di irigasi Subak Bulun Daye yang berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat biasa korban buang air besar.

Korban kemudian dibawa ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter.

“Korban diperkirakan terpeleset jatuh dan hanyut dibawa arus,pelapor sudah mengiklaskan kepergian korban dan murni kecelakaan karena korban sudah tua dan kekali tanpa pengawasan,” jelasnya.

Baca Juga:  Bakeuda Tabanan Sebut, Anggaran Masih Terserap ke Penanganan Covid-19